RADAR BOGOR – Radar Bogor menggelar pembekalan internal bagi karyawan dengan mengangkat tema bekerja dengan bahagia. Kegiatan tersebut berlangsung di Graha Pena, Kota Bogor, Senin, 11 Mei 2026.
Pembekalan ini diikuti puluhan karyawan dari berbagai divisi. Pengusaha sekaligus penggiat sosial, Harlan Bengardi, hadir sebagai pemateri dalam kegiatan tersebut.
CEO Pestigo itu menekankan pentingnya menjaga unsur spiritual dalam bekerja. Menurutnya, hal tersebut menjadi landasan utama dalam menjalani kehidupan sebagai manusia yang memiliki tujuan untuk beribadah kepada Tuhan.
“Kita harus tetap bekerja dengan keyakinan spiritual agar dijauhi dari dosa yang bisa menyusahkan kita di kemudian hari,” jelasnya.
Baca Juga: Rahasia 'Peta Jalan' Harlan Bengardi: Mengapa Kebahagiaan Sejati Tak Bisa Dibeli dengan Uang?
Ia juga mengingatkan agar karyawan tetap menjalankan perintah agama secara konsisten di tengah aktivitas pekerjaan. Khususnya bagi umat Islam, ajaran dalam Al-Qur’an tidak hanya menjadi pedoman pribadi, tetapi juga sarana introspeksi diri.
“Saat kita sholat, kita menjernihkan diri sehingga kesalahan atau kezaliman yang kita perbuat bisa kita pikirkan untuk dihilangkan,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, ia menjelaskan manusia dibekali dua potensi utama, yakni akal dan kalbu. Akal digunakan untuk berpikir dan mengelola urusan dunia, sementara kalbu berkaitan dengan kesadaran spiritual serta pengabdian kepada Tuhan.
Baca Juga: Bansos 11 Mei 2026: 7,3 Juta KPM Masuk Daftar Salur PKH Tahap 2, PIP SD-SMA Cair ke Rekening SimPel
“Akal harus kita gunakan untuk belajar, bekerja, dan berkarya. Namun kalbu juga harus dijaga agar tetap bersih, karena kalbulah yang kelak dipertanggungjawabkan di hadapan Allah,” jelasnya.
Ia menambahkan, dalam Islam nilai-nilai jurnalistik turut diajarkan, salah satunya adalah tabayyun, yakni melakukan konfirmasi terhadap informasi yang diterima untuk memastikan kebenarannya.
“Selain itu ada siddiq, yaitu menyampaikan informasi dengan jujur. Termasuk mengedepankan keadilan dan objektivitas,” ujarnya.
Menurutnya, informasi harus disampaikan secara adil, tidak memihak, dan tidak didorong oleh kebencian, bahkan kepada kelompok yang tidak disukai. Dengan begitu, informasi yang disajikan akan memiliki makna dan berdampak bagi masyarakat.
“Esensinya, spiritual harus tetap dijaga dalam bekerja agar kehidupan lebih mudah dan bermakna. Bekerja dengan nilai-nilai agama akan membantu kita menjalani hidup,” ujarnya. (uma)
Editor : Eka Rahmawati