RADAR BOGOR - Volume kendaraan wisatawan yang masuk ke Kota Bogor diprediksi melonjak selama momen long weekend. Kondisi ini terhitung selama empat hari, hingga Minggu, 17 Mei 2026.
KBO Satlantas Polresta Bogor Kota Iptu Lukito menjelaskan, lonjakan volume kendaraan wisatawan masuk ke Kota Bogor diprediksi mencapai 20 persen dari hari biasanya.
“Kurang lebih naik 20 persen dibandingkan hari biasa, kebetulan hari ini anak sekolah libur keliatannya wisatawan aja yang masuk Kota Bogor,” jelas Lukito pada Radar Bogor.
Jajaran Satlantas Polresta Bogor Kota sudah membidik beberapa titik yang berpotensi macet. Pertama di daerah Pintu Satu Kebun Raya Bogor.
“Biasa orang yang keluar masuk kebun raya, crossing jadi perlambatan sedikit dan terjadi penumpukan di Otista sampai Tugu Kujang,” jelas Lukito.
Berikutnya yaitu arah Jalan Suryakencana hingga Sukasari. Di lokasi ini banyak wisatawan yang berburu kuliner sehingga kepadatan arus lalu lintas terjadi.
“Selanjutnya keluar Tol Bogor arah Baranangsiang, Alun-Alun Jalan Kapten Muslihat itu masih jadi primadona,” beber Lukito, Kamis, 14 Mei 2026.
Baca Juga: Kopi Nako Kebon Jati Tawarkan Tempat Nongkrong Santai dengan Panorama Alam Bogor
Ruas Jalan Tajur juga diprediksi akan terjadi macet. Hal ini terjadi karena buangan dari arah Puncak yang melakukan one way ke daerah Jakarta.
“Tapi kita selalu kolaborasi dengan Polres Bogor. Kalau memang lagi One Way ke bawah paling yang kita antisipasi daerah Tajur Ekalokasari arah Barangnasiang,” jelasnya.
Personel Satlantas Polresta Bogor Kota digaransi akan disiagakan di sejumlah titik yang rawan macet itu. Lukito menghimbau kepada pengendara untuk selalu waspada.
“Kami sebar seperti di Simpang Bor, Jambu Dua, Amaris Tugu Kujang, Branangsiang, Pintu Satu Kebun Raya, BTM, Empang Simpang Terpadu dekat SMAN 1, Denpom, Air Mancur” ujar Lukito.
Pantauan Radar Bogor, kepadatan arus lalu lintas sudah mulai terjadi diharu pertama long weekand. Hal ini seperti terjadi di Jalan Otista dan Jalan Suryakencana.
Kepadatan arus lalu lintas mengular panjang. Mayoritas didominasi oleh kendaraan beroda empat dengan plat nomer Jakarta.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga