RADAR BOGOR – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian tanah Bogor sebagai warisan leluhur yang harus dihormati dan dimuliakan, bukan dirusak.
Hal tersebut disampaikan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dalam Diskusi Kecagarbudayaan di Museum Pajajaran Batutulis, Kota Bogor, Kamis, 14 Mei 2026.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menilai kawasan Batutulis Bogor memiliki nilai sejarah sekaligus spiritual yang tinggi sehingga perlu dijaga secara serius, baik dari aspek lingkungan maupun penataan ruang.
Menurutnya, berbagai kerusakan alam yang terjadi saat ini tidak terlepas dari kurang tepatnya pengelolaan pembangunan.
“Tanah Bogor itu tanah keramat. Siapa yang memuliakan akan mendapat keberkahan, siapa yang merusaknya akan mendapat akibat,” ujarnya.
Dedi juga menyoroti kondisi di sekitar Batutulis yang dinilai terdampak tekanan akibat pembangunan yang tidak sejalan dengan kondisi alam. Ia menyebut sejumlah peristiwa seperti longsor menjadi tanda adanya kekeliruan dalam tata ruang wilayah.
Baca Juga: 23 Kuliner Malam Surabaya Paling Legendaris, Nomor Terakhir Bikin Rela Keluar Tengah Malam
“Seharusnya kawasan ini dijaga sebagai ruang hijau, tetapi justru dibangun. Ketika alam diabaikan, dampaknya akan kembali kepada manusia,” katanya.
Menurutnya, arah pembangunan ke depan harus mengutamakan keselarasan dengan alam, bukan hanya memenuhi kebutuhan infrastruktur semata. Ia menekankan pentingnya memperhatikan kontur tanah, sistem aliran air, serta keseimbangan ekosistem dalam setiap perencanaan.
Selain itu, ia juga menyinggung penataan kawasan Puncak yang telah dilakukan sebelumnya sebagai upaya memperbaiki kesalahan tata kelola lingkungan di masa lalu. Menurutnya, langkah tersebut merupakan bentuk komitmen dalam menjaga kelestarian alam.
Baca Juga: SMK Amaliah 1 dan 2 Ciawi Bogor Bekali Siswa Hadapi Dunia Industri Lewat Pembekalan PKL
“Kita harus mengembalikan fungsi alam sebagaimana mestinya. Pembangunan harus menyesuaikan alam, bukan memaksa alam mengikuti pembangunan,” tegasnya.
Ia pun mengajak seluruh pihak, baik pemerintah maupun masyarakat, untuk bersama-sama menjaga tanah Bogor agar tetap lestari dan bermanfaat bagi generasi mendatang.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga