RADAR BOGOR - Upaya meningkatkan literasi keuangan di kalangan generasi muda terus dilakukan melalui berbagai kegiatan edukatif.
Salah satunya dilakukan Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM) yang sukses mengadakan program Sekolah Pasar Modal (SPM) dalam tiga tingkatan pembelajaran untuk memperkenalkan investasi dan pasar modal kepada mahasiswa.
Program edukasi yang digelar KSPM tersebut mendapat sambutan positif dari mahasiswa dari berbagai program studi.
Baca Juga: Thailand Siap Hadapi Grup Neraka di Piala Asia 2027, Timnas Indonesia Dianggap Ancaman Serius
Kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran bagi peserta untuk memahami dunia investasi, khususnya pasar modal, mulai dari materi dasar hingga strategi lanjutan.
Melalui Sekolah Pasar Modal, peserta diperkenalkan pada konsep-konsep penting seputar investasi, seperti jenis instrumen di pasar modal, mekanisme transaksi saham, hingga langkah awal dalam menyusun strategi berinvestasi.
Tidak hanya teori, peserta juga memperoleh gambaran praktik yang sesuai dengan dinamika pasar saat ini.
KSPM merancang kegiatan ini dalam tiga tahap pembelajaran, yakni SPM Level 1, Level 2, dan Level 3. Setiap level disusun berjenjang agar mahasiswa dapat mempelajari investasi secara lebih mendalam dan sistematis.
Pada SPM Level 1, kegiatan mengangkat tema Understanding Capital Market and Investment Basic.
Sesi ini berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting pada 4 April 2026, mulai pukul 08.30 hingga 12.00 WIB.
Baca Juga: Rumah Makan Padang di Depok Hangus Dilalap Api, Kerugian Ditaksir Rp100 Juta
Materi disampaikan oleh perwakilan Bursa Efek Indonesia, Hendra Pamungkas dari Market Development Division serta Norman Yudha A.A. yang menjabat sebagai Literacy and Education Officer.
Dalam sesi pembuka ini, peserta mendapatkan pengenalan mengenai dasar-dasar pasar modal sekaligus pentingnya memulai investasi sejak usia muda.
Narasumber menekankan bahwa pemahaman keuangan sejak dini dapat menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam merencanakan masa depan.
Tahapan berikutnya, SPM Level 2, mengusung tema Stock Analysis: Technical and Fundamental Approach.
Baca Juga: Rawan dan Sering Makan Korban, Tiga Lintasan Kereta Api di Kota Bogor Segera Ditutup
Kegiatan ini digelar secara tatap muka pada 10 April 2026 di Aula Utama Lantai 3A Gedung Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pakuan.
Pada sesi ini, Norman Yudha A.A. kembali hadir untuk menjelaskan metode analisis saham, baik secara teknikal maupun fundamental.
Materi tersebut dirancang untuk membantu peserta memahami cara membaca pergerakan saham serta menilai prospek perusahaan sebelum mengambil keputusan investasi.
Baca Juga: Rekomendasi 5 Warteg Paling Enak di Cibinong Bogor yang Murah, Buka 24 Jam dan Jadi Favorit Warga
Sebagai penutup, SPM Level 3 menghadirkan tema Advanced Trading: Single Stock Futures. Kegiatan berlangsung secara luring pada 15 April 2026 di Gedung Bursa Efek Indonesia, dimulai pukul 13.00 hingga 16.00 WIB.
Pada level lanjutan ini, peserta mempelajari instrumen derivatif dan strategi perdagangan yang lebih kompleks.
Materi disampaikan oleh Stefanus Adrian Chandra Wijaya dari Derivative Business Development IDX, yang memberikan penjelasan tentang peluang dan mekanisme transaksi single stock futures di pasar modal Indonesia.
Baca Juga: Heboh di Media Sosial, Saldo Bansos di KKS Merah Putih Terblokir Ribuan KPM, Ini Penjelasannya
Rangkaian Sekolah Pasar Modal berjalan lancar dan diikuti dengan antusias tinggi. Melalui program berjenjang ini,
KSPM berharap mahasiswa tidak hanya memahami teori dasar investasi, tetapi juga mampu mengembangkan kemampuan analisis serta mengenal strategi trading yang lebih mendalam.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mahasiswa memiliki pemahaman yang utuh tentang pasar modal, mulai dari dasar investasi hingga strategi perdagangan lanjutan, sehingga mereka lebih siap menjadi investor muda yang cerdas,” demikian semangat yang disampaikan panitia penyelenggara.
Keberhasilan penyelenggaraan Sekolah Pasar Modal menjadi bukti komitmen KSPM dalam mendukung peningkatan literasi keuangan di lingkungan kampus.
Program ini juga diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang lebih bijak dalam mengelola keuangan dan memanfaatkan peluang investasi secara tepat. (***)
Editor : Yosep Awaludin