RADAR BOGOR - Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bogor Raya (BEM Umbara) menggelar aksi demonstrasi di depan Istana Bogor, Sabtu, 16 Mei 2026 sore. Aksi tersebut mengangkat isu anggaran pendidikan yang dinilai belum menjadi prioritas, baik di tingkat pusat maupun daerah.
Presiden Mahasiswa BEM Umbara, Afif, mengatakan aksi ini merupakan bentuk kekecewaan mahasiswa terhadap kebijakan pemerintah di sektor pendidikan. Ia menilai masih terdapat persoalan serius, terutama terkait pemangkasan anggaran yang berdampak pada akses pendidikan masyarakat.
“Hari ini saya rasa ini bentuk kekecewaan kita terhadap hal yang belum berhasil dijalankan oleh pemerintah, khususnya di sektor pendidikan, kita melihat bagaimana pendidikan hari ini dipotong anggarannya,” ujar Arif.
Menurut Afif konstitusi sudah mengamanatkan minimal 20 persen anggaran negara dialokasikan untuk pendidikan tetapi ia menilai implementasi di lapangan belum sepenuhnya dirasakan oleh masyarakat.
Ia juga menyoroti alokasi anggaran pendidikan yang dinilai terpecah ke berbagai program lain, sehingga tidak maksimal dalam menjamin hak pendidikan warga. Kondisi tersebut dinilai bertentangan dengan amanat Undang-Undang Dasar 1945.
“Saya rasa itu bagian dari amanah konstitusi 1945 bahwa minimal anggaran 20 persen untuk pendidikan, tapi kita melihat hak-hak pendidikan masyarakat belum sepenuhnya dijamin,” jelas Arif.
Baca Juga: 82 Ribu Warga Jabar Belum Punya Listrik, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Targetkan Selesai 2027
Ia menyebut aksi ini menjadi bentuk komitmen mahasiswa untuk terus mengawal kebijakan pendidikan agar berjalan adil dan transparandan dinilai penting demi menjamin masa depan generasi muda.
“Gerakan ini bentuk sikap kita untuk terus mengawal pendidikan yang adil dan transparan agar masa depan bisa dijamin,” ucapnya.
Aksi tersebut melibatkan sejumlah elemen mahasiswa di lingkungan Universitas Muhammadiyah Bogor Raya (Umbara). Sebelumnya, mereka juga telah menggelar rangkaian aksi di Jakarta pada 1 hingga 3 Mei 2026 sebagai bagian dari konsolidasi gerakan.
Afif menjelaskan, aksi di Bogor merupakan puncak dari rangkaian kegiatan tersebut, tak hanya menyuarakan isu nasional, mereka juga menyoroti persoalan pendidikan di tingkat daerah, baik di Kota Bogor maupun Kabupaten Bogor.
“Ini aksi puncak di Bogor untuk menegaskan bahwa di daerah pun masih ada persoalan yang belum terselesaikan, masih banyak anak yang belum mendapatkan akses pendidikan,” kata Arif.
Melalui aksi ini, BEM Umbara mendesak pemerintah pusat, Pemerintah Kota Bogor, dan Pemerintah Kabupaten Bogor untuk menjadikan pendidikan sebagai program prioritas dan berharap kebijakan yang diambil mampu menjamin pemerataan akses dan kualitas pendidikan bagi seluruh masyarakat. (uma)
Editor : Eka Rahmawati