Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Pedagang Hewan Kurban Musiman Mulai Menjamur di Kota Bogor, Harga Sapi Alami Kenaikan

Muhamad Rifki Fauzan • Minggu, 17 Mei 2026 | 13:40 WIB
Salah satu lapak hewan kurban musiman di Kota Bogor. (Foto : Fauzan/Radar Bogor)
Salah satu lapak hewan kurban musiman di Kota Bogor. (Foto : Fauzan/Radar Bogor)

RADAR BOGOR - Pedagang hewan kurban musiman mulai menjamur di Kota Bogor. Mereka turut membuka lapak-lapak di lokasi yang dinilai strategis.

Hal itu seperti yang dilakukan oleh Munawar. Lapak hewan kurban miliknya berada di samping Jalan Raya Kedung Halang Wates, Kecamatan Tanah Sareal.

Lokasi tersebut dinilai strategis. Sebab mobilitas pengendara di ruas Jalan Raya Kedung Halang Wates sendiri terbilang cukup ramai.

Baca Juga: Maaf Banget, 2 Kelompok KPM Ini Dipastikan Tidak Akan Menerima Bansos PKH BPNT Tahap 2 Tahun 2026

Munawar mengaku sudah hampir setiap tahun ia berjualan hewan kurban. Hewan yang dijajakan mulai dari domba hingga beragam jeni sapi.

Harga hewan hewan kurban yang dijual cukup berfariatif. Munawar menerangkan hal itu disesuikan dengan bobot dan kualitas hewannya.

“Misalnya kambing dengan bobot 20 sampai 25 kg kami jual 2,9 sampai Rp3,1 juta. Kalau bobot di atas 25 Kg kami biasa jual Rp4 jutaan,” beber Munawar.

Baca Juga: Rugikan Hingga Ratusan Juta Rupiah, Polisi Tangkap Tiga Pelaku Pencurian Perangkat Tower BTS di Cibinong Bogor

Jenis kambing yang paling banyak diburu yaitu jenis Garut. Bobotnya bisa mencapai 50 Kg. Munawar biasa menjual kambing jenis ini diangka Rp6 juta.

Harga kambing masih relatif sama. Namun kondisi berbeda pada sapi. Munawar mengatakan harga modal sapi lebih mahal ketimbang sebelumnya.

“Sapi-sapi jenis Pegon, pranakan Ongol atau Limosin itu ada kenaikan. Biasanya saya jual Rp22 juta tapi sekarang itu harga modal saya,” terang Munawar.

Baca Juga: HUT ke-46 Perpusnas RI, Tegaskan Literasi Jadi Pondasi Martabat Bangsa di Era Digital

Meski begitu, kondisi tersebut tidak mengurangi minat masyarakat untuk membeli. Biasanya lapak Munawar dibanjiri konsumen satu pekan sebelum Idul Adha.

“Saat ini mungkin karena waktu Idul Adha masih lumayan ada jarak, belum signifikan yang belanja,” kata Munawar saat ditemui Radar Bogor, Minggu 17 Mei 2026.

Perawatan hewan kurban di lapaknya jadi hal yang paling diutamakan. Hewan-hewan ini biasanya diberi pakan satu hari sampai empat kali.

“Jangan sampai kekurangan pakan. Minimal dalam satu hari itu kita kasih makan pagi, kemudian siang, maghrib dan malam,” ujar Munawar.

Baca Juga: KPM Sedih Gegara Status Bansos Tahap 2 'Gagal Cek Rekening', Ternyata Ini Kemungkinan Penyebabnya

Tidak hanya itu, kebersihan lapak juga tidak kalah penting. Munawar sampai memperkerjakan petugas khusus untuk membersihkan lapaknya.

Berdasarkan catatan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bogor, kebutuhan hewan kurban di wilayah ini mencapai 15 ribu ekor. 

Kepala Bidang Peternakan DKPP Kota Bogor, Anizar menjelaskan angka tersebut didapat dari hasil catatan tiap tahunnya. Di 2026 diprediksi bisa melonjak.

Baca Juga: Diuntungkan Penalti Rival, Start Veda Ega Pratama di Moto3 Catalunya 2026 Naik Satu Peringkat

“Bisa jadi melinjak tapi tidak lebih dari pada itu, rata rata tiap tahunnya 15 ribu ekor baik sapi ataupun kambing,” jelas Anizar beberapa waktu lalu. 

Kebutuhan hewan kurban tersebut berbanding terbalik dengan hasil dari peternak. Mereka disebut Anizar hanya mampu memfasilitasi lima ribu ekor.

“Kalau hasil peternak yang ada di Kota Bogor itu ada 5.000 mangkannya kita perlu dari peternak lain. Kita tidak bisa menghalangi mereka yang mau jualan di sini,” jelas Anizar.

Baca Juga: Jadwal Puasa Dzulhijjah 2026 Lengkap dengan Niatnya, Berikut Keutamaan Puasa Jelang Idul Adha

Saat ini sudah ada beberapa penjual hewan kurban yang masuk ke Kota Bogor. Mereka diantaranya dari wilayah NTB, Lampung, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

“Iya kita tidak bisa menghalangi mereka semua untuk jualan asalkan memenuhi sayarat, salah satunya hewannya sehat, dan berkas perizinannya dilengkapi,” terang Anizar.

DKPP digaransi akan terus memonitoring terkait kesehatan hewan kurban. Belum lama mereka telah melakukan vaksinasi PMK kepada hewan qurban milik peternak.

“Kami juga sudah memberikan obat cacing, terus nanti nanti h-10 kita semua terjun, kamk turun ke enam kecamatan untuk pwmeriksaan hewan yang ada di lapak-lapak,” ujar Anizar.

Baca Juga: Halte Biskita Transpakuan di Kota Bogor Bertambah, Tapi Banyak Shelter Lama Rusak dan Tak Terawat, Begini Kata Dewan

Wali Kota Bogor, Dedie Rachim menegaskan pihaknya melarang aktivitas jual beli hewan kurban di lokasi yang tidak sesuai dengan ketentuan.

“Dilarang berjualan di atas saluran air, trotoar dan badan jalan,” tegas Dedie saat dikonfirmasi Radar Bogor, beberapa waktu lalu.

Tidak hanya itu, Dedie juga menegaskan tempat berjualan hewan kurban mesti mendapat izin dari pemerintah setempat, baik dari Dinas ataupun pengurus wilayah. 

Baca Juga: Jangan Bersedih, Ini Penjelasan Kenapa Bansos Reguler Tahap 2 Masih Belum Masuk KKS Merah Putih

“Pemkot Bogor melarang penjualan hewan kurban tanpa izin dan tanpa pemeriksaan dinas. Tempatnya pun mesti mendapat izin dari wilayah,” ujar Dedie.

Dedie berharap himbauan tersebut dapat difahami dan dimengerti ole para pedagang. Pihaknya pun akan turut memonitoring aktivitas jual beli hewan kurban.

“Sebetulnya sudah pada tau para penjual teh. Tinggal nanti kami pantau dan geser aja,” terang Dedie saat ditanya soal hukuman bagi pedagang yang melanggar.

Baca Juga: PKH dan BPNT Tahap 2 Mei 2026 Mulai Cair di 514 Daerah, Ini Daftar Wilayah dan Penyebab Bansos Belum Masuk

Di tingkat Kota Bogor penjualan hewan qurban dipusatkan di Jalan Pajajaran. Dedie mengimbau kepada para pedagang untuk tidak mendatangkan hewan dari daerah yang terkenan PMK.

“Untuk Kota Bogor dipusatkan di lokasi yg bekerjasama dengan Pusat Perakitan dan Modernisasi Prternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian di Jln. Pajajaran Bogor,” pungkasnya. (bay)

Editor : Yosep Awaludin
#kota bogor #pedagang #hewan kurban