RADAR BOGOR - RS Ummi Bogor resmi meluncurkan layanan kegawatdaruratan jantung melalui tindakan kateterisasi jantung (Cath Lab) dan pemasangan ring jantung atau Percutaneous Coronary Intervention (PCI).
Layanan dari RS Ummi tersebut diperuntukkan bagi pasien BPJS Kesehatan atau Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang berada dalam kondisi darurat.
Peluncuran dilakukan bertepatan dengan Milad ke-13 RS Ummi di Lapangan Sempur, Minggu 17 Mei 2026.
Baca Juga: Maaf Banget, 2 Kelompok KPM Ini Dipastikan Tidak Akan Menerima Bansos PKH BPNT Tahap 2 Tahun 2026
Peluncuran layanan ditandai dengan penandatanganan komitmen bersama antara Pemkot Bogor, BPJS Kesehatan Kantor Cabang Bogor dan DPRD Kota Bogor.
Direktur Utama RS Ummi, Najib Askar menjelaskan layanan Cath Lab tersebut sudah lama dipersiapkan.
Bahkan pihaknya membutuhkan waktu hingga lima tahun agar layanan itu bisa dioperasikan untuk masyarakat.
“Merespons antrean pasien di IGD yang terus meningkat setiap hari, kami berkomitmen melakukan optimalisasi fasilitas,” ujar Najib.
Selama 13 tahun berdiri, RS Ummi disebut sudah melayani sekitar 275 ribu pasien. Saat ini kunjungan rawat jalan mencapai 22 ribu pasien per bulan, sementara rawat inap menyentuh 2.000 pasien setiap bulannya.
Saat ini RS Ummi memiliki 206 tempat tidur. Jumlah tersebut rencananya akan ditambah menjadi 250 tempat tidur.
Baca Juga: HUT ke-46 Perpusnas RI, Tegaskan Literasi Jadi Pondasi Martabat Bangsa di Era Digital
Tidak hanya itu, kapasitas Intensive Care Unit (ICU) juga kini mencapai 45 tempat tidur untuk penanganan pasien gawat darurat.
“Selain itu kapasitas perawatan intensif atau ICU secara total kini sudah siap sebanyak 45 tempat tidur,” terang Najib.
Langkah RS Ummi tersebut mendapat apresiasi dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor.
Penambahan layanan jantung darurat dinilai penting lantaran antrean penanganan pasien jantung di Bogor Raya masih kerap terjadi.
Baca Juga: KPM Sedih Gegara Status Bansos Tahap 2 'Gagal Cek Rekening', Ternyata Ini Kemungkinan Penyebabnya
Sementara itu Kabag Penjaminan Manfaat dan Utilisasi BPJS Kesehatan KC Bogor, Rizal Ashari Nampira menegaskan pasien dalam kondisi darurat tidak boleh terhambat persoalan biaya.
Pihaknya juga berkolaborasi dengan Dinkes dan Disdukcapil agar pasien darurat bisa langsung mengaktifkan kepesertaan melalui skema Universal Health Coverage (UHC) atau Penerima Bantuan Iuran (PBI). “Penanganan pasien darurat tidak boleh terhambat masalah biaya,” ujar Rizal.
Dengan beroperasinya layanan Cath Lab di RS Ummi, kini terdapat tiga rumah sakit di Kota Bogor yang melayani tindakan PCI. Sebelumnya layanan serupa sudah tersedia di RSUD Kota Bogor dan RS Mayapada. (bay)
Editor : Yosep Awaludin