RADAR BOGOR - Kerusakan halte Biskita Transpakuan akhirnya mendapat perhatian. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor janji akan segera memperbaikinya.
Kepala Dishub Kota Bogor, Sujatmiko Baliarto mengatakan pihaknya mesti mendata terlebih dahulu halte Biskita Transpakuan yang rusak.
“Iya kami akan data terlebih dahulu. Kami monitoring mana saja yang kondisinya rusak parah setelah itu kami eksekusi,” jelas Sujatmiko pada Radar Bogor soal Halte Biskita Transpakuan.
Berdasarkan pantauan visualnya, kerusakan yang terjadi pada halte Biskita Transpakuan hanya bersifat minor. Misalnya tembok yang dipenuhi coretan.
“Maka untuk penanganan pertama kami akan sampaikan ke pemeliharaan. Sementara kami akan cat ulang insyaAallah cukup kalau itu dananya,” terang Sujatmiko.
Sujatmiko mengakui pada tahun ini memang belum ada rencana perbaikan besar-besaran. Hal itu dikarenakan minimnya anggaran.
“Insya Allah data yang kami dapat nanti akan diusulkan tahun depan. Tapi tenang saja, kami akan tetap memberikan pelayanan terbaik,” ujar Sujatmiko.
Warga Kota Bogor diajak ikut terlibat dalam menjaga fasilitas publik. Penanganan disebut Sujatmiko tidak bisa dilakukan oleh pemerintah saja.
“Saya minta tolong jangan dicoret sama-sama dijaga. Mari kita tumbuhkan rasa saling memiliki,” kata Sujatmiko dikonfirmasi lebih lanjut, Senin 18 Mei 2026 pagi.
Usulan perbaikan halte ini mencuat usai Dinas Perhubungan Kota Bogor berencana menambah fasilitas titik henti Biskita Transpakuan tersebut.
Namun kondisi itu dinilai berbanding terbalik dengan keberadaan halte eksisiting. Fasilitas ini justru banyak yang rusak dan terlihat kumuh.
Menanggapi hal ini, Anggota Komisi III DPRD Kota Bogor, Karnai Asyhar angkat suara. Ia turut mengapresiasi penambahan halte Biskita Transpakuan.
Baginya penambahan halte dapat memudahkan masyarakat umum untuk mengakses layanan transportasi publik yang memadai dan aman.
Baca Juga: Resmi Ditetapkan 27 Mei 2026, Jadwal Libur Hari Raya Idul Adha 1447 H Berpotensi 4 Hari
“Sekaligus mendorong warga beralih dari kendaraan pribadi menuju transportasi massal,” jelas Karnain beberapa waktu lalu.
Namun Karnain menilai penambahan shelter baru perlu dibarengi dengan perhatian serius terhadap kondisi halte eksisting yang saat ini rusak.
“Jangan sampai pembangunan fasilitas baru mengabaikan perawatan sarana yang sudah ada,” tegas Karnain.
Menurutnya, halyen yang rusak dan minim penanganan justru dapat mengurangi minat masyrakat menggunakan moda tranportasi umum.
“Karena itu, evaluasi menyeluruh terhadap kualitas dan fungsi shelter existing harus menjadi prioritas bersamaan dengan program penambahan halte baru,” pungkasnya.(bay)
Editor : Yosep Awaludin