RADAR BOGOR - Penanganan longsor di Jalan Kebon Pedes, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor ditargetkan rampung pada bulan Juni 2026 mendatang.
Pantauan di lokasi, penanganan Jalan Kebon Pedes belum menunjukan progres signifikan. Tebingan yang longsor masih terlihat menggantung.
Tebingan nampak ditopang menggunakan karung berisi krikil. Namun tumpukan berundak tersebut masih berada di bawah dan belum sampai ke atas Jalan Kebon Pedes.
Belum terlihat adanya bronjong di lokasi ini. Padahal salah satu rencana untuk memperkuat tebingan yang longsor dibuat semacam bronjonh berundak.
Jalan Kebon Pedes belum bisa dilalui dengan maksimal. Area longsor ditutup menggunakan water barier. Pengendara harus rela bergantian.
Kepala UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan Dinas Bina Marga Jawa Barat, Andi Nugroho mengatakan longsor di Jalan Kebon Pedes menjadi kewenangannya.
Proses pengerjaan dilakukan selama enam bulan. Hal ini terhitung sejak bulan Januari dan ditargetkan rampung pada bulan Juni 2026 mendatang.
“Iya ditangani oleh BM juga itu. Diperkirakan selesai enam bulan, insya allah selesainya dibulan Juni,” kata Andi pada Radar Bogor, Selasa (19/5/2026).
Warga sekitar Akbar menyambut baik rencana tersebut. Ia berharap target pengerjaan longsor Kebon Pedes tidak meleset dari target yang ditentukan.
“Semoga aja benar tidak mundur-mundur. Ini aja dilihat ga ada pekerja yang melakukan pengerjaan, kalau tidak salah sudah dua hari ga ada,” kata Akbar.
Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin juga sempat meninjau lokasi longsor di Jalan Kebon Pedes. Ia mengatakan penanganan akan menyasar pada sisi lain.
“Insya allah dari RAB nya kurang lebih Rp7 miliar tidak hanya traitmenya yang longsor tapi setelahnya yang berpotensi longsor akan diberikan traitmen dan perbaikan,” jelas Jenal beberapa waktu lalu. (bay)
Editor : Yosep Awaludin