Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Hindari 10 Ruas Jalan Utama di Kota Bogor Berikut Ini, saat Hujan Sering Banjir hingga Mirip Sungai

Muhamad Rifki Fauzan • Selasa, 19 Mei 2026 | 21:01 WIB
Sejumlah jalan di Kota Bogor terendam banjir saat hujan deras. (Aziz Radar Bogor)
Salah satu titik banjir di ruas jalan utama Kota Bogor saat hujan deras. (Aziz Radar Bogor)

RADAR BOGOR - Banjir bukan hal baru di Kota Bogor, belasan ruas jalan utama di wilayah ini bahkan kerap berubah menyerupai sungai saat hujan deras melanda.

Aspal yang ada di ruas jalan tersebut sudah tak lagi terlihat, kondisi ini membuat pengendara ‘was-was’ saat melintas dan memilih untuk menepi sejenak.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Kota Bogor, Juniarti Estiningsih mengatakan sedikitnya ada 10 ruas jalan yang jadi langganan banjir saat hujan melanda.

Baca Juga: Atasi Banjir, DPRD Kabupaten Bogor Desak Pemkab Bogor Rutin Pemeliharaan Drainase

“Pertama yaitu Jalan Dadali, Jalan Bincarung, Jalan Heulang, Jalan Kapten Yusuf, dan Jalan Ahmad Yani. Titik itu jadi kewenangan kita,” beber Esti

Berikutnya yaitu Jalan Raya Pajajaran, Jalan KS Tubun, Jalan Abdullah Bin Nuh, Jalan Sholeh Iskandar. Ruas jalan tersebut merupakan kewenangan nasional.

“Terakhir Jalan Pemuda. Ruas jalan ini kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, masih ada genangan saat hujan,” jelasnya.

Tata Ulang Drainase di Kota Bogor

Surutnya banjir di ruas jalan tersebut bergantung pada intensitas hujan yang turun, rata-rata tinggi air sampai menutupi mata kaki orang dewasa.

Baca Juga: Cerita Warga Sukahati Cibinong Bogor Rumah Sering Terendam Banjir saat Hujan Deras: Air Berbau hingga Genangan Tinggi

“Itu banjir lintasan, paling semata kaki, begitu hujannya reda airnya habis sudah, paling 15 menit kalau hujannya sudah reda tidak sampai ber jam-jam,” kata Esti.

Pemicu banjir di ruas jalan tersebut juga sudah tak lagi asing terdengar di telinga, salah satunya fungsi drainase di lokasi tersebut buruk.

Misalnya di Jalan Dadali, air di lokasi ini tidak masuk ke saluran drainase. Esti menerangkan salurannya justru cenderung kering meski hujan besar.

“Jadi belum maksimal fungsi drainase yang ada di areal pedagang tanaman, air semua tumpah ke jalan sementara di drainasenya kering,” ungkapnya.

Air tidak bisa leluasa masuk ke drainase karena terhambat oleh tumpukan sampah, Dinas PUPR bahkan kerap menemuka barang aneh, seperti kasur Palembang misalnya.

Kedepan Esti berjanji akan menata ulang konsep drainase di Kota Bogor, skmenya bukan lagi mengubah dari yang tertutup menjadi terbuka.

“Tapi kami akan melebarkan box cover atau area krosing dari drainase yang mengarah ke sungai besar, untuk di Dadali kami akan mulai anggarkan di perubahan nanti,” pungkasnya (bay)

Editor : Eka Rahmawati
#kota bogor #sungai #jalan #banjir