RADAR BOGOR - Jalan Abdullah Bin Nuh Kecamatan Bogor Barat Kota Bogor menjadi salah satu titik langganan banjir. Saat hujan melanda, lalu lintas di lokasi ini tidak bisa berjalan optimal.
Genangan air biasanya baru surut setelah 30 menit, kondisi itu pun menyesuaikan curah dan intensitas hujan yang mengguyur lokasi tersebut.
“Kalau hujannya lama, bisa lebih lama lagi, kaya semalam misalnya, cuma rata-rata setengah jam sudah surut,” kata Kiki salah satu pedagang di Jalan Abdullah Bin Nuh.
Bahu Jalan Abdullah Bin Nuh memang masih banyak ditemukan Pedagang Kaki Lima (PKL) sehingga mereka menjadi saksi sengsaranya pengendara saat hujan.
Baca Juga: Banjir Taman Sari Persada Kota Bogor Tak Kunjung Usai, Warga Usul Tambah Kolam Retensi di Hulu
Kiki mengatakan pengendara biasanya menepi saat air mulai naik, bukan karena tidak membawa mantel hujan, tapi demi keselamatan jiwa dan mesin kendaraan.
“Semalam yang parah banget, saya lihat ada kali 2 sampai tiga motor yang jatuh karena maksa menerobos banjir,” ujar Kiki pada Radar Bogor, Selasa, 19 Mei 2026.
Pengendara yang nekat biasanya mengambil laju sebelah kanan menuju Bubulak, karena biasanya ketinggian air berada di sisi kiri jalan.
Baca Juga: DKPP Kota Bogor Bentuk Koperasi Ketahanan Pangan, Siap Suplai Program MBG
“Saya sendiri kalau jadwal pulang tapi masih hujan, nunggu dulu kalau engga ambil arah kanan, karena biasanya banjir paling tinggi di arah kiri,” ucap Kiki.
Keluhkan Kondisi Drainase
Dalam sebulan, banjir di Jalan Abdullah Bin Nuh disebut Kiki sudah terjadi sampai empat kali, tinggi air paling parah mencapi 30 centimeter.
“Kaya semalam itu parah banget, sampai naik ke trotoar, jadi kalau saya kira kira nyampe itu mah setengah meter,” kata Kiki saat ditemui di Jalan Abdullah Bin Nuh.
Kiki menilai banjir disebabkan akibat buruknya sistem drainase, sampah kerap menumpuk di sepanjang saluran air tersebut.
Pria berusia 32 tahun itupun sesekali mencolok-colok saluran masuk air saat banjir sehingga kini di lapaknya selalu menyiapkan kayu panjang.
Pantauan di lokasi, drainase di Jalan Abdullah Bin nuh memang terlihat tidak terawat, sampah dedaunan menguasai saluran air.
“Paling perbaiki saluran air atau drainasenya, kami para pedagang siap banget kalau dilibatkan, jadi jangan disalahkan terus,” pungkasnya.(bay)
Editor : Eka Rahmawati