RADAR BOGOR – Pemerintah Kecamatan Bogor Timur membuka pendaftaran pendidikan gratis melalui program Gebyar PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) bagi warga putus sekolah.
Program PKBM ini digelar untuk memeriahkan Hari Jadi Kota Bogor (HJB) ke-544 sekaligus upaya menekan angka putus sekolah yang masih cukup tinggi.
Program PKBM tersebut menyediakan kuota sebanyak 544 peserta didik, selaras dengan usia perayaan HJB tahun ini.
Warga yang belum pernah sekolah maupun yang putus di tengah jalan dapat mendaftar untuk mengikuti pendidikan kesetaraan Paket A, B, hingga C.
Pendaftaran dibuka selama tiga hari, mulai 20-22 Mei 2026 di Basement Kantor Kecamatan Bogor Timur.
Adapun syarat utama bagi pendaftar adalah masih berada dalam usia produktif sekolah, yakni di bawah 24 tahun, dengan seluruh biaya pendidikan ditanggung secara gratis hingga lulus dan memperoleh ijazah.
Baca Juga: Resep Pizza Indomie Keju Viral, Camilan Simpel 10 Menit yang Gurih, Crispy, dan Lumer di Mulut
Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, mengatakan program ini lahir dari hasil diskusi bersama jajaran kecamatan serta temuan di lapangan terkait masih tingginya angka putus sekolah di Kota Bogor.
Ia menyebut, program tersebut menjadi bagian dari prioritas pembangunan sumber daya manusia.
“Sesuai dengan hasil diskusi bersama Pak Camat dan temuan di lapangan, kasus putus sekolah ini sejalan dengan program prioritas kami, yakni Bogor Cerdas, Sehat, dan Lancar. Bertepatan dengan momen Hari Jadi Bogor, kami ingin memberikan kado yang langsung dirasakan masyarakat,” katanya usai membuka kegiatan, Rabu 20 Mei 2026.
Jenal mengungkapkan, saat ini angka putus sekolah di Kota Bogor diperkirakan mencapai sekitar 10 ribu anak.
Meski demikian, data tersebut masih dalam proses verifikasi lebih lanjut oleh pemerintah.
“Melalui kolaborasi dengan tujuh PKBM di Kecamatan Bogor Timur, hari ini sebanyak 544 murid bisa langsung ditampung. Kami pastikan selama masih dalam usia produktif, pendidikan di PKBM ini gratis sampai mereka mendapatkan ijazah,” jelasnya.
Ia menambahkan, ke depan program serupa diharapkan dapat diperluas ke seluruh wilayah Kota Bogor.
Pemerintah juga membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk swasta, untuk mendukung program prioritas lainnya.
“Kami berharap PKBM tidak hanya bergerak di Bogor Timur, tetapi juga di seluruh wilayah. Membangun kota tidak bisa sendiri, butuh kolaborasi semua pihak,” katanya.
Ketua Komisi IV DPRD Kota Bogor, Fajar Muhammad Nur, menyatakan dukungan terhadap program tersebut.
Ia menilai kehadiran PKBM menjadi salah satu solusi konkret dalam menekan angka putus sekolah dan meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat.
“Kami dari DPRD mendukung penuh upaya pemerintah dalam mengentaskan angka putus sekolah yang saat ini sekitar 10 ribu anak. Kami berharap PKBM ini bisa mewujudkan Bogor zero putus sekolah,” ucapnya.
Fajar menambahkan, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan terkait keberlanjutan program tersebut.
Termasuk mengkaji kemungkinan dukungan anggaran atau hibah agar program PKBM dapat berjalan lebih optimal.
“Kami akan cek regulasi dan prosedurnya, termasuk kemungkinan hibah. Yang jelas, kami siap mendukung program positif demi peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kota Bogor,” tutupnya. (uma)
Editor : Yosep Awaludin