RADAR BOGOR - Pemasangan alat pendeteksi banjir jadi salah satu opsi, bagaimana Pemkot Bogor memberikan peringatan dini kepada warganya.
Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin mengatakan alat pendeteksi banjir itu bernama Early Warning System (EWS). Saat ini Pemkot baru punya satu alat tersebut.
“Kita dapat bantuan dari BNPB baru ada di Panaragan nama alatnya EWS,” kata Jenal pada awak media di Balaikota Bogor.
Jenal mengatakan keberadaan alat pendeteksi banjir dinilai penting. Apalagi Kota Bogor dikelilingi oleh sungai dan kali-kali besar.
“Saya rasa untuk sungai dan kali-kali besar yang sering banjir memang harus. Supaya mengetahui potensi banjir yang akan datang, dan warga bisa antisipasi,” ujarnya.
Salah satu kendala dari rencana ini adalah soal biaya. Jenal mengatakan alat pendeteksi banjir harganya tidak murah dan butuh spare anggaran yang tidak sedikit.
Baca Juga: Kotei Restaurant, Kuliner Jepang Top Rate di Bogor dengan Ramen Favorit dan Suasana Autentik
“Tapi kami akan coba rapatkan dengan BPBD. Kalau harganya masih terjangkau kita coba bahas untuk pengadaan alat banjir lebih dini,” ujar Jenal.
Kota Bogor hingga saat ini memang masih dihantui banjir. Kondisi itu dipicu akibat intensitas hujan yang cukup deras melanda wilayah ini.
Saat penyusunan masterplan drainase sebelumnya, kapasitas di Kota Bogor berada di angka 65 milimeter. Tapi kini intensitasnya meningkat dua kali lipat.
Rata-rata hujan yang mengguyur Kota Bogor dalam sehari mencapai 120 milimeter. Hal ini membuat sejumlah titik kerap diterjang banjir lintasan.
Berkurangnya lahan terbuka hijau pun disebut menjadi faktor lain penyebab banjir. lahan sawah di Kota Bogor pada tahun 2009 berbanding jauh dengan saat ini.
“lahan sawah dulu 2009 saya pertama kali buat Perda LP2B masih 900 hektar, sekarang tinggal 65 hektar sisa lahan terbuka di Kota Bogor,” ungkap Jenal.
Kondisi tersebut membuat air sulit diserap. Akhirnya semua terbuang habis ke permukaan yang mengarah ke saluran drainase.
“Tapi drainasenya mampet, jadi banjir. Kita enggak mencari siapa yang salah, tapi faktor banjir hari ini banyak dan butuh partisipasi semua stakeholder untuk menyelesaikan itu,” pungkasnya. (bay)
Editor : Yosep Awaludin