Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Petugas Kurban SKHB IPB University Dilepas, 525 Personel Awasi Kesehatan Hewan dan Daging di Bogor hingga Jakarta

Dede Supriadi • Rabu, 20 Mei 2026 | 19:38 WIB
Rektor IPB University Alim Setiawan Slamet melepas ratusan petugas pemeriksa kesehatan hewan dan daging kurban SKHB IPB di Aula Transformasi SKHB IPB, Rabu, 20 Mei 2026. (Dede/Radar Bogor)
Rektor IPB University Alim Setiawan Slamet melepas ratusan petugas pemeriksa kesehatan hewan dan daging kurban SKHB IPB di Aula Transformasi SKHB IPB, Rabu, 20 Mei 2026. (Dede/Radar Bogor)

RADAR BOGOR - Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis (SKHB) IPB University kembali menerjunkan ratusan petugas pemeriksa kesehatan hewan dan daging kurban menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Sebanyak 525 personel disiapkan untuk mengawasi kesehatan hewan kurban di wilayah Bogor, Depok hingga DKI Jakarta.

Pelepasan petugas dilakukan langsung oleh Rektor IPB University, Alim Setiawan Slamet di Aula Transformasi SKHB IPB, Rabu, 20 Mei 2026. Program ini sudah berjalan sejak 1986 dan menjadi salah satu kegiatan pengabdian masyarakat terbesar yang rutin dilakukan civitas akademika IPB.

Dalam sambutannya, Alim menegaskan tugas para petugas pemeriksa kurban bukan sekadar pekerjaan teknis, tetapi perpaduan antara ilmu pengetahuan, ibadah, dan pengabdian kepada masyarakat.

“Petugas kurban ini menjaga dua hal sekaligus. Pertama kesehatan masyarakat, dan kedua kesempurnaan ibadah masyarakat,” ujar Alim.

Baca Juga: Truk Pengangkut Limbah Ayam Mundur di Tanjakan Rumpin Bogor, Avanza Ringsek

Ia meminta seluruh petugas menjaga integritas profesi dengan melakukan pemeriksaan antemortem dan postmortem secara teliti, jujur, dan profesional.

Selain memeriksa kesehatan hewan, petugas juga diminta aktif mengedukasi panitia kurban terkait higienitas dan tata kelola penyembelihan yang baik.

“Ini juga menjadi ruang syiar bahwa IPB hadir bukan hanya di ruang kuliah, tapi juga di tengah masyarakat saat ilmu benar-benar dibutuhkan,” katanya.

Baca Juga: Prabowo Sebut Selama 34 Tahun Rp15.400 Triliun Hilang karena Praktik Kecurangan Ekspor

Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner Kementerian Pertanian, I Ketut Wirata menjelaskan, keterlibatan petugas pemeriksa kurban sangat penting karena aktivitas penyembelihan dilakukan secara massal dan masif dalam waktu bersamaan sehingga meningkatkan risiko kesehatan hewan maupun keamanan pangan.

“Peran pemantau ini untuk memastikan hewan yang disembelih dalam kondisi sehat, proses penyembelihan sesuai syariat dan higienis, serta memastikan daging layak dikonsumsi,” jelasnya.

Ia menyebut secara nasional jumlah relawan pemeriksa kesehatan hewan dan daging kurban tahun ini mencapai 8.877 orang dan masih terus bertambah. Dari jumlah tersebut, SKHB IPB menjadi institusi dengan jumlah personel terbanyak dan paling konsisten sejak puluhan tahun terakhir.

Menurut Ketut, pemerintah juga telah melakukan berbagai langkah antisipasi terhadap penyakit hewan menular seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Hewan kurban yang dilalulintaskan wajib melalui pemeriksaan fisik, administrasi, hingga laboratorium sebelum dipasarkan.

“Kalau untuk PMK sejauh ini nihil, karena semuanya sudah melalui pemeriksaan sebelumnya,” tegasnya.

Sementara itu, Dekan SKHB IPB, Amrozi mengatakan kebutuhan tenaga pemeriksa kurban terus meningkat setiap tahun seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terkait kesehatan hewan dan keamanan daging kurban.

“Kalau dulu kami datang ke masjid penuh curiga, sekarang justru DKM yang meminta kami hadir. Kesadaran masyarakat sudah jauh lebih baik,” ujarnya.

Tahun ini para petugas akan ditempatkan di berbagai wilayah mulai dari Kota dan Kabupaten Bogor, Kota Depok hingga seluruh wilayah DKI Jakarta. Mereka terdiri dari dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa sarjana kedokteran hewan, pendidikan profesi dokter hewan hingga pascasarjana.

Pada tahun sebelumnya, tim SKHB IPB tercatat membantu pengawasan pelaksanaan kurban di 342 Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) yang tersebar di Bogor, Depok dan Jakarta.

Alim berharap para petugas dapat menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan menjadikan pengabdian tersebut sebagai amal ibadah.

“Saya tahu pekerjaan ini tidak ringan. Tapi setiap tetes keringat dari tugas ini adalah amal jariah. Niatkan sebagai ibadah, kerjakan dengan profesional dan pulang dengan selamat,” pungkasnya.(ded)

Editor : Eka Rahmawati
#ipb #bogor #kurban