Pendaftaran Sekolah Maung Kota Bogor Dibuka 25 Mei 2026, Ini Syarat, Jalur Seleksi, dan Daftar Jurusannya

Muhamad Rifki Fauzan • Dipublikasikan Kamis, 21 Mei 2026 | 13:24 WIB
 
Kondisi terkini SMAN 1 Kota Bogor yang ditunjuk sebagai Sekolah Maung. (Foto : Fauzan/Radar Bogor)
Kondisi terkini SMAN 1 Kota Bogor yang ditunjuk sebagai Sekolah Maung. (Foto : Fauzan/Radar Bogor)

RADAR BOGOR - Program Sekolah Maung mulai membuka pendaftaran di Kota Bogor pada 25 hingga 29 Mei 2026.

Dua sekolah yang ditunjuk jadi Sekolah Maung di Kota Bogor yakni SMAN 1 dan SMK Negeri 3 Kota Bogor.

Ketua Komisi IV DPRD Kota Bogor, Fajar Muhammad Nur mengatakan pihaknya sudah melakukan rapat kerja bersama KCD Pendidikan Wilayah II Jawa Barat untuk memastikan kesiapan teknis pelaksanaan program Sekolah Maung itu.

“Kita melakukan rapat kerja dalam rangka membahas program Sekolah Maung yang sebelumnya sudah pernah dibahas oleh KCD, SMA 1, dan SMK 3. Jadi hari ini kita memastikan juklak-juknisnya,” ujarnya.

Ia menjelaskan terdapat empat jalur penerimaan dalam Sekolah Maung. Mulai dari potensi akademik, prestasi akademik, akademik berbasis sertifikat, hingga non-akademik.

“Potensi akademik itu dari IQ 10 persen, lalu 50 persen dari prestasi akademik, 20 persen akademik berbasis sertifikat, dan 20 persen dari non-akademik,” beber Fajar.

Baca Juga: Pemeriksaan Kesehatan Diperketat, Pemkot Bogor Sidak Lapak Hewan Kurban

Untuk jalur potensi akademik dan prestasi akademik, komposisinya terdiri dari 40 persen nilai rapor dan 60 persen Tes Kemampuan Akademik (TKA).

“Sementara akademik berbasis sertifikat itu 40 persen TKA dan 60 persen sertifikat. Kalau non-akademik, TKA-nya 40 persen dan sertifikatnya 60 persen,” jelasnya.

Fajar mengingatkan proses tersebut harus dipersiapkan matang karena tenggat waktu menuju pendaftaran sekolah reguler sangat singkat.

“Kami di DPRD mengingatkan terkait tenggang waktu yang sangat singkat ini benar-benar harus disiapkan secara matang, karena posisinya bisa jadi chaos,” ucapnya.

Selain itu, DPRD Kota Bogor juga membahas skema domisili dan kerja sama dengan sekolah swasta pendamping. Namun mekanismenya masih belum diumumkan secara rinci.

“Nanti domisili pun ada sekolah swasta kerja sama. Tapi kerja samanya dengan siapa, mekanismenya seperti apa, itu belum diinformasikan secara detail,” ujarnya.

Terkait pembiayaan, siswa kurang mampu nantinya akan dibantu Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Namun besaran bantuan masih dihitung.

“Kalau memang siswanya tidak mampu, akan dibiayai oleh provinsi,” terang Fajar dalam keterangan tertulisnya.

Untuk SMKN 3 Kota Bogor, terdapat lima kompetensi keahlian yang dibuka. Yakni kuliner, busana, tata kecantikan, perhotelan, dan teknik komputer jaringan.

“Jurusan kuliner ada lima kelas, busana tiga kelas, tata kecantikan dua kelas, perhotelan dua kelas, dan TKJ dua kelas,” ucapnya.

Baca Juga: Parkir Liar di Jalan Bersih Cibinong, 136 Kendaraan Ditindak Petugas Dishub Kabupaten Bogor 

Berbeda dengan SMA, seleksi di SMKN 3 menggunakan 100 persen nilai rapor. Penilaiannya juga disesuaikan dengan jurusan yang dipilih.

“Untuk TKJ dan jurusan teknik, bobot matematika dan IPA lebih besar. Sedangkan untuk perhotelan, busana, dan pariwisata, bobot bahasa dan bahasa Inggris lebih besar,” jelas Fajar.

Ia menyebut nilai rata-rata minimal untuk mendaftar di kedua sekolah tersebut yakni 85. “Kalau nilainya di bawah itu, kemungkinan tidak masuk,” terang Fajar.

Selain itu, peserta juga diwajibkan mengikuti tes psikologi dengan minimal IQ 130 skala Wechsler dari lembaga psikologi yang terdaftar di Lembaga Psikolog Indonesia.

“Tes psikologi ini harus dikeluarkan oleh lembaga psikolog yang terdaftar di LPI. Jadi tidak bisa sembarangan,” tegasnya.

Fajar mengatakan perbedaan utama Sekolah Maung dengan sekolah reguler terletak pada kurikulum yang digunakan. Program tersebut mengadopsi kurikulum nasional dan Cambridge.

“Sekolah Maung mengadopsi dua kurikulum, yaitu kurikulum nasional dan Cambridge. Jadi harus dua bahasa,” ujarnya 

Ia juga mengingatkan calon peserta didik agar mempersiapkan mental sebelum mengikuti seleksi.

“Yang pintar bukan hanya Anda. Jadi harus siap secara mental dan psikologi,” pungkasnya. (bay)

Editor : Yosep Awaludin
Sekolah Maung kota bogor pendaftaran SMAN 1