Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Keren, Warga Sukaresmi Bogor Mulai Terapkan Pengelolaan Sampah Berbasis Rumah Tangga untuk Dukung Program PSEL

Fikri Rahmat Utama • Kamis, 21 Mei 2026 | 20:41 WIB
Lurah Sukaresmi Kota Bogor, Yayan Hariansyah saat memaparkan potensi wilayah. Foto: Fikri/Radar Bogor
Lurah Sukaresmi Kota Bogor, Yayan Hariansyah saat memaparkan potensi wilayah. Foto: Fikri/Radar Bogor

RADAR BOGOR – Kelurahan Sukaresmi, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor mulai menerapkan pengelolaan sampah berbasis rumah tangga untuk mendukung program Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).

Langkah ini dilakukan Sukaresmi Bogor melalui edukasi dan pembiasaan pengelolaan sampah sejak dari sumbernya.

Lurah Sukaresmi Bogor, Yayan Hariansyah mengatakan, pengelolaan sampah menjadi salah satu fokus utama di wilayahnya.

Baca Juga: Warga Kelurahan Gudang Bogor Minta DPRD Perbaiki Musala dan Posyandu, Karina: Kami Tindak Lanjuti

Selama ini, penanganan sampah dinilai masih sebatas pengangkutan, sehingga diperlukan perubahan pola menjadi pengelolaan yang lebih berkelanjutan.

"Setiap akhir pekan, kami selalu melakukan koordinasi dan kegiatan bebersih di wilayah. Salah satu kegiatan yang sudah berjalan berlokasi di Stock Plate di wilayah RW 02," ujar Yayan, Kamis, 21 Mei 2026.

Selain kegiatan rutin tersebut, pihak kelurahan juga menggandeng Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terkait pengelolaan sampah. Edukasi dilakukan dengan melibatkan warga dan kader lingkungan di tingkat rukun warga.

Baca Juga: Lorin Sentul Hotel Bogor Rayakan 15 Tahun, Hadirkan Promo Kamar hingga Kuliner Nusantara

"Pada minggu kemarin, kami mengundang warga serta kader di RW 06 dengan menghadirkan pihak DLH untuk mengedukasi masyarakat mengenai teknis pengelolaan sampah. Mengingat selama ini di wilayah kami baru sebatas penanganan sampah saja, sedangkan pengelolaannya belum berjalan optimal," jelasnya.

Upaya konkret juga dilakukan di RW 05 melalui pengajuan bantuan budidaya maggot bekerja sama dengan DLH. Program ini difokuskan untuk mengolah sampah organik agar memiliki nilai guna sekaligus mengurangi beban sampah rumah tangga.

Saat ini, pemilahan sampah sudah mulai diterapkan di tingkat rumah tangga, khususnya di wilayah RT 01 RW 05.

Baca Juga: KKS Masih Kosong Padahal Status Bansos Sudah SPM? Simak Penjelasan Lengkap Pencairan PKH BPNT Mei 2026

Budidaya maggot yang dikembangkan di wilayah tersebut menjadi salah satu percontohan pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Sukaresmi.

"Sementara itu di RW 05, kami bekerja sama dengan DLH mengajukan bantuan budidaya maggot. Saat ini di RW 05 sudah mulai diterapkan pemilahan sampah sejak dari skala rumah tangga. Khusus di wilayah RT 01, pengembangan maggot tersebut sudah berjalan," ungkap Yayan.

Selain pengelolaan sampah, Kelurahan Sukaresmi juga terus mendorong penguatan potensi ekonomi masyarakat melalui sektor UMKM. Perubahan fungsi lahan yang mengurangi area perkebunan mendorong warga untuk berinovasi menciptakan produk baru.

Baca Juga: bank bjb Rayakan HUT ke-65 dengan Ragam Promo, Inovasi, dan Program Sosial

Menurut Yayan, Sukaresmi yang dulu dikenal dengan jambu merah kini mulai mengembangkan berbagai produk olahan, seperti abon tongkol, minuman bunga telang, hingga keripik tempe. Inovasi tersebut diharapkan dapat menjaga roda ekonomi warga di tengah keterbatasan lahan.

"Jika dulu kami terkenal dengan jus jambu merahnya, sekarang karena banyak lahan yang beralih fungsi menjadi perumahan, kami harus mencari alternatif potensi yang lain," katanya.

Di sisi lain, pihak kelurahan juga terus menjalankan program prioritas berupa sosialisasi kebijakan Pemerintah Kota Bogor kepada masyarakat. Salah satunya terkait program PSEL, serta layanan BPJS dan administrasi kependudukan.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
#pengelolaan sampah #bogor #rumah tangga #sukaresmi