RADAR BOGOR – Fenomena El Nino yang kembali ramai dibicarakan secara global dipastikan belum memberikan dampak signifikan terhadap kondisi cuaca di Kota maupun Kabupaten Bogor. BMKG mencatat, hingga saat ini intensitas El Nino masih berada pada level lemah.
Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Bogor Rakhmat Prasetia mengatakan, berdasarkan data terbaru, kondisi tersebut belum memengaruhi pola curah hujan di wilayah Bogor.
Meski demikian, menurut Kepala BMKG Bogor, potensi dampak tetap perlu diwaspadai apabila intensitas El Nino meningkat dalam beberapa bulan ke depan.
Baca Juga: Dana Bansos BPNT Rp600 Ribu Sudah Masuk ke Sejumlah KKS BNI, Pemegang BRI Masih Tunggu Penyaluran
“Berdasarkan data saat ini, El Nino masih berada pada level lemah dan belum berdampak ke wilayah Bogor,” ujarnya saat diwawancarai, Kamis, 21 Mei 2026.
Ia menjelaskan, jika fenomena El Nino berkembang dengan intensitas rendah hingga sedang secara konsisten, maka dampaknya baru akan terasa pada periode Juli hingga Agustus. Dampak utama yang kemungkinan terjadi adalah penurunan jumlah curah hujan.
Menurutnya, kondisi tersebut akan beriringan dengan puncak musim kemarau di wilayah Jawa Barat. Pada periode tersebut, intensitas hujan diperkirakan menurun cukup drastis dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.
Baca Juga: Bikin Seneng, Bansos BPNT Tahap 2 Cair di 514 Kabupaten Kota, Sebagian KPM Dapat Nominal Segini
“Jika konsisten di level rendah hingga sedang, maka pada Juli–Agustus akan berdampak pada penurunan curah hujan, apalagi itu berbarengan dengan puncak musim kemarau,” jelasnya.
Di sisi lain, Rakhmat mengungkapkan saat ini Kota Bogor masih berada dalam fase peralihan menuju musim kemarau. Kondisi tersebut justru memicu terjadinya hujan dengan intensitas tinggi dalam waktu singkat.
BMKG mencatat, curah hujan di sejumlah titik di Kota Bogor bahkan mencapai kategori ekstrem, yakni di atas 100 milimeter per hari. Data tersebut terekam di beberapa stasiun pengamatan, seperti di Dramaga dan kawasan Kebun Raya.
Baca Juga: Bukti Struk Terlihat, Pencairan Bansos BPNT dan PKH Tahap 2 Masif 20-21 Mei 2026, KKS Lama Ikut Cair
“Curah hujan saat ini sangat ekstrem, bisa mencapai di atas 100 milimeter per hari. Contohnya pada 4 Mei lalu, beberapa wilayah di Kota Bogor diguyur hujan sangat lebat,” katanya.
Ia menambahkan, data frekuensi dan intensitas hujan yang dimiliki BMKG seharusnya dapat dimanfaatkan sebagai acuan dalam perencanaan tata kota dan upaya mitigasi bencana ke depan. Hal ini penting mengingat dinamika cuaca yang semakin tidak menentu.
Untuk langkah antisipasi, BMKG terus berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Setiap peringatan dini cuaca ekstrem yang dikeluarkan akan langsung disebarluaskan guna mendukung penanganan di lapangan.
Baca Juga: Program Wisata Keberagaman, Upaya Pemkot Depok Tumbuhkan Rasa Guyub Masyarakat
“Setiap ada peringatan dini cuaca ekstrem, kami langsung koordinasikan dengan BPBD untuk ditindaklanjuti,” tandasnya.
Sebagai informasi, El Nino merupakan fenomena pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur yang memengaruhi sirkulasi atmosfer global.
Kondisi ini dapat menyebabkan perubahan pola cuaca, termasuk penurunan curah hujan di Indonesia serta peningkatan suhu udara di sejumlah wilayah.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga