Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Penutupan Perlintasan Kereta Api Mulai Diterapkan di Kota Bogor, 2 Jalur di Sukaresmi Ditutup Total KAI

Fikri Rahmat Utama • Jumat, 22 Mei 2026 | 09:27 WIB
Salah satu perlintasan kereta api sebidang di Sukaresmi, Kota Bogor. Foto: Fikri/Radar Bogor
Salah satu perlintasan kereta api sebidang di Sukaresmi, Kota Bogor. Foto: Fikri/Radar Bogor

RADAR BOGOR – Penutupan perlintasan kereta api sebidang mulai diterapkan di sejumlah titik di Kota Bogor. Di Kelurahan Sukaresmi, Kecamatan Tanah Sareal, dua perlintasan dilaporkan telah ditutup total oleh PT KAI sejak awal pekan ini.

Lurah Sukaresmi Yayan Hariansyah, mengatakan penutupan perlintasan kereta api tersebut sebelumnya telah disosialisasikan kepada warga Bogor. Penutupan dilakukan KAI sebagai bagian dari penertiban perlintasan liar yang dinilai berisiko terhadap keselamatan.

“PT KAI sebelumnya sudah melakukan sosialisasi kepada warga Bogor yang terdampak penutupan ini. Pada pertengahan tahun 2025 lalu, memang pernah ada survei di wilayah Sukaresmi terkait keberadaan lintasan-lintasan tanpa palang pintu atau lintasan liar,” ujarnya, Kamis, 21 Mei 2026.

Baca Juga: Kunjungan Industri ke MNC Animation Studio, Siswa SMK Amaliah 1 Bogor Pelajari Langsung Dunia Animasi Profesional

Ia menjelaskan, penerapan penutupan mulai dilakukan di beberapa titik, khususnya di wilayah RW 2 dan RW 3. Kondisi ini sempat menimbulkan dilema bagi pihak kelurahan karena berdampak langsung pada akses mobilitas warga.

“Ini sempat menjadi dilema bagi pihak kelurahan. Di satu sisi kami harus mendukung kebijakan, tapi di sisi lain ada warga yang kehilangan akses jalan. Kalau ditutup total, warga harus memutar dengan medan yang cukup terjal dan jauh,” katanya.

Yayan menambahkan, pihaknya juga mempertimbangkan aspek kedaruratan, seperti akses bagi warga yang sakit atau ibu hamil. Karena itu, kelurahan bersama pengurus wilayah melakukan komunikasi dengan PT KAI.

Baca Juga: Jam Buka Kebun Raya Bogor 2026, Akses Masuk hingga Fasilitas Wisata yang Wajib Diketahui Pengunjung

Hasilnya, beberapa titik perlintasan tidak ditutup total, melainkan hanya dipersempit agar kendaraan roda dua masih bisa melintas.

“Alhamdulillah, masih ada akses yang bisa digunakan, walaupun terbatas. Minimal motor masih bisa lewat dan warga tidak perlu memutar terlalu jauh,” ucapnya.

Sementara itu, Sekretaris LPM Sukaresmi, Iwan Kurniawan, menyebutkan terdapat tujuh perlintasan sebidang di wilayah tersebut. Dari jumlah itu, dua perlintasan di kawasan RT 3/RW 2 telah ditutup total.

Baca Juga: Cekeremes Air Mancur Bogor, Surga Camilan Unik dengan Harga Mulai Belasan Ribu

“Total ada tujuh perlintasan sejajar di wilayah ini. Dua perlintasan sudah ditutup total pada hari Senin kemarin oleh PT KAI, sehingga kendaraan tidak bisa lewat sama sekali,” jelasnya.

Selain itu, satu perlintasan berhasil dinegosiasikan agar tidak ditutup total, melainkan dipersempit dari sekitar dua meter menjadi 1,5 meter.

Sementara empat perlintasan lainnya masih beroperasi dan dijaga secara swadaya oleh masyarakat.

Baca Juga: Cek Daftarnya! 5 Kendaraan yang Dapat Pembebasan Pajak Tahunan di 2026, Termasuk Mobil Listrik?

Meski demikian, penutupan tersebut berdampak pada perubahan pola mobilitas warga. Sejumlah pengendara sepeda motor terpaksa melintas sejajar rel kereta api untuk mencari akses perlintasan lain yang masih terbuka.

“Warga yang menggunakan motor terpaksa harus berkendara sejajar dengan rel kereta api sejauh kurang lebih 200 meter. Itu sangat riskan dan mengerikan,” ungkap Iwan.

Ia menambahkan, perlintasan-perlintasan tersebut telah digunakan warga selama sekitar 10 tahun terakhir. Bahkan, salah satu titik yang kini dipersempit pernah menjadi lokasi kecelakaan yang menewaskan tiga orang.

Baca Juga: Gak Perlu Keluar Kota, Bogor ada Mie Kocok Bandung Katelia, Hidden Gem di Dekat Yasmin yang Wajib Dicoba

“Sejak kejadian itu, warga mulai melakukan penjagaan secara swadaya. Tapi sekarang dengan adanya penutupan ini, warga berharap ada solusi yang tetap memperhatikan aspek keselamatan sekaligus aksesibilitas,” pungkasnya.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
#bogor #perlintasan kereta api #kai #sukaresmi