Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Workshop RSUD Kota Bogor dan BKPSDM: Budaya Kerja Tidak Sehat Picu Tekanan Mental, Instansi Pemerintah Perlu Ciptakan Lingkungan Suportif

Fikri Rahmat Utama • Jumat, 22 Mei 2026 | 15:46 WIB
Workshop dan bedah buku interaktif bertema Mental Sehat di Masa Emas digelar RSUD Kota Bogor bersama BKPSDM Kota Bogor. (Fikri/Radar Bogor)
Workshop dan bedah buku interaktif bertema Mental Sehat di Masa Emas digelar RSUD Kota Bogor bersama BKPSDM Kota Bogor. (Fikri/Radar Bogor)

RADAR BOGOR – Isu kesehatan mental di lingkungan kerja menjadi bahasan dalam rangkaian Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544. RSUD Kota Bogor berkolaborasi dengan BKPSDM Kota Bogor menggelar workshop dan bedah buku interaktif bertema “Mental Sehat di Masa Emas” dengan subtema Creating Toxic-Free Environment at Work, Jumat, 22 Mei 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Auditorium BSI, Jalan Pajajaran, ini turut melibatkan Alisa Khadijah ICMI Bogor Raya. Selain itu, Dinas Kesehatan bersama puskesmas setempat juga memberikan layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi peserta.

Direktur RSUD Kota Bogor, dr. Sri Nowo Retno mengatakan, kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi lintas instansi. Menurutnya, isu kesehatan mental dipilih karena saat ini menjadi perhatian global dan nasional.

“Tren gangguan kesehatan mental saat ini cukup tinggi, secara nasional angka risiko stres mencapai 9,9 persen, sementara di Kota Bogor sekitar 1,3 persen,” ujarnya.

Baca Juga: Jelang Iduladha, IPB Terjunkan 525 Petugas untuk Periksa Hewan Kurban di Jabodetabek

Ia menjelaskan, tekanan kerja yang tinggi serta tuntutan target kerap memicu stres di kalangan pekerja. Kondisi tersebut jika dibiarkan dapat berdampak pada penurunan produktivitas hingga kualitas pelayanan publik.

“Lingkungan kerja yang toksik akan memicu stres, kecemasan, depresi hingga gangguan fisik. Ini tentu berpengaruh terhadap kinerja ASN sebagai pelayan masyarakat,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini, pihaknya sengaja mengundang para Sekretaris Dinas dan Kasubag Umum sebagai pengambil kebijakan di masing-masing instansi. Harapannya, mereka dapat membawa perubahan dalam menciptakan lingkungan kerja yang lebih sehat.

Baca Juga: Lapak Hewan Kurban Menjamur di Sembarang Tempat Kota Bogor, Pemkot Belum Punya Regulasi

“Kalau ingin pelayanan publik optimal, maka lingkungan kerja internal harus dibenahi terlebih dahulu,” tegasnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Sosial Humaniora Universitas Muhammadiyah Bandung, Irianti Usman mengungkapkan adanya fenomena kompetisi tidak sehat antarperempuan di dunia kerja. Fenomena tersebut kerap dianggap biasa, padahal berdampak negatif terhadap relasi kerja.

“Ada anggapan wanita di dunia kerja suka bersaing, bergosip, mengisolasi hingga menjatuhkan. Padahal itu bukan fitrah, melainkan dipengaruhi sistem dan tekanan lingkungan kerja,” ungkapnya.

Ia menyebut, salah satu bentuk yang muncul adalah Queen Bee Syndrome, yakni perilaku saling menjatuhkan secara pasif-agresif untuk mempertahankan posisi. Bentuknya bisa berupa pengucilan hingga merendahkan rekan kerja.

“Tujuannya agar perempuan lain yang berpotensi dianggap ancaman menjadi meredup,” kata Irianti.

Melalui bukunya “Fractured Sisterhood”, ia menawarkan solusi melalui metode SAFE, yakni Safe Space, Amanah, Fairness, dan Empathy. Metode ini dinilai dapat menjadi pendekatan untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih sehat dan suportif.

Baca Juga: SMA dan SMK Negeri di Tanah Sareal Kota Bogor Sosialisasikan SPMB 2026, Siswa Wajib Daftar PCMB

“Masalahnya bukan pada individunya, tetapi sistem yang membuat orang merasa harus bersaing secara tidak sehat. Solusinya dimulai dari keberanian mengakui, lalu membangun ruang aman dan dukungan bersama,” jelasnya.

Ia menambahkan, pembentukan kelompok dukungan di tempat kerja juga menjadi langkah penting agar pekerja dapat saling menguatkan. Dengan begitu, kompetisi tidak lagi bersifat destruktif, melainkan mendorong kolaborasi.

Workshop ini diharapkan menjadi langkah awal bagi instansi pemerintah dalam membangun budaya kerja yang lebih positif. Lingkungan kerja yang sehat dinilai menjadi kunci dalam meningkatkan kinerja ASN sekaligus kualitas pelayanan kepada masyarakat. (uma)

Editor : Eka Rahmawati
#BKPSDM #workshop #RSUD Kota Bogor