RADAR BOGOR - Jembatan yang ambruk di kawasan Pasir Jaya, Kecamatan Bogor Barat akhirnya mendapat perhatian dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor. Pemerintah memastikan akan membangun kembali akses penghubung tersebut.
Keberadaan jembatan itu dinilai sangat penting karena menjadi penghubung antara wilayah Pasir Jaya dan Kelurahan Paledang yang memiliki aktivitas mobilitas warga cukup tinggi.
Rencana pembangunan jembatan Pasirjaya–Paledang telah dibahas dalam rapat yang digelar Pemerintah Kota Bogor pada Kamis, 21 Mei 2026.
Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin yang menyampaikan bahwa rencana pembangunan jembatan perlu diketahui masyarakat luas.
Baca Juga: Tukang Ojek Duel Lawan Begal yang Hendak Gasak Motornya di Cariu Bogor, Pelaku Ditangkap
“Perlu diketahui bahwa ini merupakan ikhtiar panjang selama lebih dari lima tahun. Pemenang lelang juga sudah ditetapkan dan hal ini penting untuk diketahui masyarakat agar tersosialisasi dengan baik,” ujarnya.
Jenal diketahui sempat meninjau langsung lokasi jembatan yang ambruk dan menerima berbagai aspirasi dari warga. Salah satu usulan yang disampaikan ialah keterlibatan masyarakat setempat dalam proses pembangunan proyek tersebut.
Selain itu, warga juga mengusulkan penerapan sistem buka-tutup jembatan pada jam tertentu guna mengantisipasi tindak kriminalitas, termasuk penempatan petugas keamanan di area jembatan.
“Jembatan nantinya tidak akan dibuka selama 24 jam penuh, kecuali dalam kondisi darurat seperti ada warga yang sakit atau meninggal dunia,” lanjut Jenal Mutaqin.
Warga juga berharap adanya pemberdayaan pelaku UMKM di sekitar lokasi selama proses pembangunan berlangsung, serta pemasangan penerangan jalan umum (PJU) di area sekitar jembatan.
Berbagai hal teknis tersebut nantinya akan dibahas lebih lanjut oleh aparatur wilayah bersama dinas terkait dan pihak ketiga pelaksana pembangunan.
Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim) Kota Bogor, Chusnul Rozaqi, menjelaskan bahwa secara teknis jembatan akan memiliki tinggi rangka sekitar 2,7 meter dengan jarak antar titik buhul sepanjang 2,40 meter.
Ia mengatakan terdapat perbedaan elevasi sekitar tiga meter di kedua sisi lokasi, sehingga desain jembatan dibuat menurun ke arah Kelurahan Paledang.
“Sesuai kontrak, pekerjaan dimulai pada 29 Mei dan ditargetkan selesai pada 25 November. Mudah-mudahan waktu pengerjaan selama 180 hari dapat dimaksimalkan meskipun kondisi medan cukup berat,” jelasnya.
Chusnul menambahkan bahwa salah satu tantangan pembangunan ialah proses pengangkutan material berupa besi baja yang memerlukan area cukup luas untuk proses loading.
Karena itu, sebelum pembangunan dimulai akan dilakukan koordinasi lanjutan dengan wilayah terkait untuk menentukan sejumlah opsi teknis yang paling memungkinkan.(bay)
Editor : Eka Rahmawati