Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Alumni Minang di Perantauan Bogor Perkuat Dukungan untuk Pemulihan Pasca Bencana di Sumbar

Muhammad Ali • Jumat, 22 Mei 2026 | 21:09 WIB
FGD PAPMM di Gedunh PKSPL, Baranangsiang, Kota Bogor. (Dok. PAPMM)
FGD PAPMM di Gedunh PKSPL, Baranangsiang, Kota Bogor. (Dok. PAPMM)

RADAR BOGOR – Sejumlah organisasi serta komunitas alumni Minang di perantauan menggelar Focus Group Discussion (FGD) guna memperkuat dukungan terhadap percepatan pemulihan masyarakat Sumatera Barat yang terdampak banjir bandang pada November 2025 lalu.

Kegiatan tersebut difasilitasi oleh Perkumpulan Alumni Pelajar Mahasiswa Minang di Gedung PKSPL, Baranangsiang, Kecamatan Bogor Timur, Kabupaten Bogor.

Ketua PAPMM, Yonvitner, menjelaskan bahwa forum bertema Aksi Kolaborasi Para Pihak dalam Mendukung Upaya Pemulihan Pascabencana Provinsi Sumatera Barat itu menghadirkan berbagai pihak yang memiliki perhatian terhadap isu penanggulangan bencana di Sumbar.

Baca Juga: Polres Bogor Bongkas 5 Kasus Tindak Pidana Migas Penyalahgunaan BBM hingga Gas Subsidi, Kerugian Capai Rp12,5 Miliar

“Organisasi dan komunitas perantau Minang yang hadir hari ini akan merumuskan agenda pemulihan pascabencana sekaligus memperkuat sinergi dalam menyikapi dampak banjir bandang yang dialami masyarakat Sumatera Barat,” ujarnya kepada Radar Bogor, Jumat, 22 Mei 2026.

Dalam forum tersebut ditegaskan bahwa bantuan kemanusiaan tidak hanya difokuskan pada masa tanggap darurat, tetapi juga diarahkan untuk mendukung pemulihan ekonomi, kesejahteraan masyarakat, hingga masa depan generasi muda di wilayah terdampak.

Jaringan alumni Minang yang tersebar di berbagai daerah di Sumatera Barat juga disebut siap memberikan dukungan, baik secara moral, material, maupun psikologis. Kolaborasi itu melibatkan sejumlah organisasi, di antaranya Ikatan Keluarga Minang dan PAPMM.

Salurkan Bantuan ke Sumbar

Sementara itu, Direktur Irigasi Pertanian Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Liferdi Lukman, mengatakan bahwa setiap bentuk kontribusi memiliki arti penting bagi masyarakat terdampak bencana.

Ia menyebut kepedulian masyarakat, baik yang berasal dari Minang maupun non-Minang, menjadi kekuatan besar dalam membantu proses pemulihan di Sumatera Barat.

Baca Juga: Cegah Penularan TBC, Puskesmas Pengasinan Depok Jemput Bola Cek Kesehatan Gratis Warga

Menurutnya, berbagai pihak telah berupaya menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak banjir bandang di wilayah tersebut.

“Saat ini Kementerian telah menyalurkan bantuan hampir Rp35 miliar. Ke depan, bantuan akan terus diberikan, khususnya bagi masyarakat yang terdampak ringan dan sedang sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap korban bencana,” jelasnya.

Pertemuan itu diharapkan menjadi langkah awal dalam menyusun program dan aksi nyata yang berkelanjutan guna membantu masyarakat terdampak bencana. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan arahan dari perwakilan organisasi dan para pengurus terkait untuk memastikan seluruh agenda berjalan lancar.(Cr1) 

 

Editor : Eka Rahmawati
#Alumni Minang #bencana #bogor #sumbar