RADAR BOGOR – Menjelang Hari Raya Idul Adha 2026, aktivitas penjualan hewan kurban di Kota Bogor mulai menunjukkan peningkatan.
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bogor mencatat sedikitnya 87 lapak hewan kurban telah terdata dan tersebar di enam kecamatan.
Kepala Bidang Peternakan DKPP Kota Bogor, Anizar, mengatakan tren penjualan hewan kurban mulai bergerak dibandingkan beberapa waktu sebelumnya. Meski demikian, kenaikan permintaan dinilai belum terlalu besar.
“Pergerakan penjualan memang sudah mulai terlihat, tetapi peningkatannya masih belum terlalu signifikan,” kata Anizar kepada Radar Bogor, Jumat 23 Mei 2026.
Menurutnya, proses pendataan lapak penjualan masih terus dilakukan karena jumlah pedagang yang masuk ke wilayah Kota Bogor diperkirakan terus bertambah mendekati Iduladha.
Dari hasil pemeriksaan sementara, DKPP telah mengecek kesehatan ribuan hewan kurban yang dijual di berbagai lapak.
Baca Juga: BPNT Tahap 2 Cair Rp600.000 di KKS BRI Hari Ini, 23 Mei 2026, Cek Saldo Bansos Sekarang
Tercatat sebanyak 1.410 ekor sapi, 2.688 ekor domba, dan 79 ekor kambing telah diperiksa.
DKPP memastikan seluruh hewan yang telah melalui pemeriksaan dalam kondisi sehat dan memenuhi syarat untuk dijadikan hewan kurban.
Selain fokus pada kesehatan hewan, DKPP juga melakukan pengawasan terhadap penataan lapak agar tidak mengganggu ketertiban umum maupun aktivitas masyarakat di sekitar lokasi penjualan.
“Kami juga memastikan lapak yang beroperasi tidak mengganggu ketertiban dan tetap sesuai aturan,” jelasnya.
Puluhan lapak hewan kurban tersebut tersebar di sejumlah titik strategis di Kota Bogor, di antaranya Jalan Sholeh Iskandar menuju Salabenda, Jalan Abdullah bin Nuh, Jalan Tentara Pelajar, Jalan Pajajaran, Pandu Raya, hingga kawasan Kedung Halang.
Penjualan hewan kurban dilakukan baik melalui bursa hewan kurban resmi maupun lapak yang berada di pinggir jalan.
DKPP Kota Bogor memastikan pengawasan akan terus dilakukan hingga mendekati Hari Raya Iduladha.
Baca Juga: BGN Beberkan Data Sebaran 29.225 SPPG, Jawa Barat Jadi Poros Utama
Pemeriksaan meliputi kondisi kesehatan hewan, kelengkapan administrasi, hingga penataan lokasi penjualan agar tetap aman dan tertib.
Sementara itu, kebutuhan hewan kurban di Kota Bogor setiap tahunnya diperkirakan mencapai sekitar 15 ribu ekor. Namun, peternak lokal baru mampu memenuhi sekitar 5 ribu ekor saja.
Untuk menutupi kekurangan pasokan, hewan kurban didatangkan dari berbagai daerah lain seperti Nusa Tenggara Barat (NTB), Lampung, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. (uma)
Editor : Yosep Awaludin