Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Begini Skema SPMB SMA Kota Bogor 2026, Ada Sekolah Maung dan PCMB Jadi Tahap Wajib

Fikri Rahmat Utama • Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:40 WIB
Sosialisasi SPMB 2026 tingkat Kota Bogor digelar daring, Sabtu 23 Mei 2026. (Foto: Fikri/Radar Bogor)
Sosialisasi SPMB 2026 tingkat Kota Bogor digelar daring, Sabtu 23 Mei 2026. (Foto: Fikri/Radar Bogor)

RADAR BOGOR – Skema Sistem Penerimaan Murid Baru atau SPMB jenjang SMA/SMK/SLB tahun ajaran 2026 di Kota Bogor mengalami sejumlah perubahan.

Selain menghadirkan program Sekolah Maung, proses SPMB kini diawali dengan tahapan wajib berupa Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB).

Hal itu disampaikan dalam kegiatan sosialisasi SPMB tingkat Kota Bogor yang digelar Cabang Dinas Pendidikan (Cadisdik) Wilayah II Jawa Barat, Sabtu 23 Mei 2026.

Kegiatan itu difasilitasi SMAN 6 Kota Bogor dan diikuti perwakilan sekolah, orang tua, serta masyarakat dari enam kecamatan.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II, Ervin Aulia Rachman menjelaskan, sosialisasi dilakukan untuk memastikan calon peserta didik dan orang tua memahami alur baru dalam SPMB tahun ini.

Menurutnya, perubahan sistem perlu dipahami sejak awal agar tidak terjadi kesalahan saat proses pendaftaran.

“Sosialisasi ini sangat penting bagi calon peserta didik dan orang tua wali murid untuk memahami alur dan sistem pendaftaran jenjang menengah atas dan luar biasa di wilayah Kota Bogor,” ujarnya.

Baca Juga: Resep Lumpia Beef Telur Keju Crispy, Camilan Homemade Gurih dan Lumer yang Bikin Nagih

Ia mengungkapkan, salah satu pembaruan utama adalah penerapan PCMB yang kini menjadi tahap awal wajib.

Jika sebelumnya hanya berupa survei, tahun ini seluruh siswa SMP/MTs yang akan melanjutkan pendidikan harus terlebih dahulu mengikuti proses pemetaan tersebut.

“Tahun lalu ini hanya berbentuk survei, sekarang menjadi tahapan awal yang wajib diikuti oleh seluruh peserta didik. Semuanya harus melalui mekanisme pendaftaran di PCMB,” jelasnya.

Selain itu, Pemprov Jawa Barat juga memperkenalkan konsep Sekolah Maung yang mulai diterapkan di SMAN 1 dan SMKN 3 Kota Bogor.

Program ini ditujukan bagi siswa dengan kemampuan dan bakat istimewa agar mendapatkan pendidikan unggulan.

“Tujuannya adalah bagaimana anak-anak kita yang memiliki cerdas bakat istimewa difasilitasi dalam sekolah-sekolah yang unggul, baik secara akademik maupun non-akademik,” kata Ervin.

Ia menambahkan, bagi siswa yang berada di sekitar wilayah Sekolah Maung namun tidak lolos seleksi, pemerintah telah menyiapkan alternatif melalui kerja sama dengan sekolah swasta.

Skema ini ditujukan khusus bagi siswa dari keluarga kurang mampu, dengan pembiayaan ditanggung pemerintah.

Sementara itu, Koordinator Pengawas Cadisdik Wilayah II Jabar, Ujang Lukman menyebutkan terdapat tiga perbedaan utama dalam SPMB 2026.

Baca Juga: BPNT Tahap 2 Cair Rp600.000 di KKS BRI Hari Ini, 23 Mei 2026, Cek Saldo Bansos Sekarang

Yakni hadirnya Sekolah Maung, penerapan PCMB, serta sinkronisasi data prestasi siswa.

“Ada tiga perbedaan utama tahun ini, yaitu Sekolah Maung, Pemetaan Calon Murid Baru, dan sinkronisasi terkait prestasi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Sekolah Maung merupakan sekolah dengan standar pendidikan lebih tinggi dibanding sekolah reguler.

Sistem seleksinya tidak menggunakan zonasi, melainkan berbasis prestasi siswa dari seluruh wilayah Jawa Barat.

“Sekolah Maung ini tanpa sistem zonasi. Siswa bersaing murni berdasarkan prestasi se-Jawa Barat,” jelasnya.

Di Kota Bogor, Sekolah Maung ditunjuk di SMAN 1 dan SMKN 3. Program ini mengintegrasikan kurikulum nasional dan internasional serta dilengkapi jalur pengayaan seperti riset, olimpiade, hingga kepemimpinan.

Lebih lanjut, Ujang memaparkan, pendaftaran Sekolah Maung akan dibuka mulai 25 Mei 2026. Sementara pendaftaran jalur reguler dijadwalkan mulai 29 Mei 2026.

“Pengumuman Sekolah Maung dijadwalkan pada 8 Juni. Jika tidak diterima, siswa bisa langsung mendaftar ke jalur reguler di hari yang sama melalui PCMB,” katanya.

Ia mengingatkan, siswa dan orang tua perlu memahami seluruh tahapan serta menyusun strategi dalam memilih sekolah. Mulai dari jalur yang diambil, nilai yang dimiliki, hingga peluang diterima di sekolah tujuan.

“Harapannya, orang tua dan siswa dapat menyusun strategi terbaik untuk mendaftar di sekolah yang dituju sesuai kemampuan dan persyaratan yang dimiliki,” tutupnya. (uma)

Editor : Yosep Awaludin
#Sekolah Maung #tahapan wajib #kota bogor #spmb