RADAR BOGOR – Warga Bogor Tengah digegerkan dengan peristiwa seorang pria yang diduga nekat melompat dari Jembatan Kampung Keramat, Kota Bogor Minggu 24 Mei 2026 siang.
Kejadian tersebut sontak menarik perhatian warga sekitar. Sejumlah masyarakat langsung mendatangi lokasi setelah mengetahui adanya korban yang terjatuh di area bawah Jembatan Kampung Keramat.
Salah seorang warga, Jaya, mengaku tidak mengetahui secara pasti bagaimana kronologi kejadian tersebut. Menurutnya, kondisi Jembatan Kampung Kereamat saat peristiwa berlangsung sedang sepi.
“Tidak ada yang benar-benar melihat awal kejadiannya. Informasi yang kami dapat dari anak-anak di sekitar, korban diduga melompat dari atas jembatan,” ujar Jaya saat ditemui di lokasi.
Ia menduga insiden itu terjadi menjelang waktu salat zuhur. Saat itu dirinya tengah berada di sekitar lokasi sambil menunggu azan berkumandang.
“Saya waktu itu sedang menunggu azan. Lalu ada warga yang datang meminjam tandu karena saya punya tandu, setelah itu kami bersama-sama turun mengecek kondisi korban,” jelasnya.
Baca Juga: SIM Hilang Bisa Diurus Tanpa Bikin Baru, Ini Syarat, Cara Mengurus dan Biaya Resminya
Saat tiba di lokasi di bawah Jembatan Kampung Keramat korban ditemukan, warga tidak dapat melakukan evakuasi secara mandiri karena kondisi korban cukup serius.
“Ketika dicek ternyata kondisinya tidak memungkinkan untuk langsung diangkat tanpa bantuan alat yang memadai. Akhirnya relawan PMI dipanggil untuk membantu proses evakuasi,” katanya.
Hingga kini identitas pria tersebut masih belum diketahui. Berdasarkan perkiraan warga, usia korban sekitar 17 hingga 18 tahun.
“Korban bukan warga sekitar sini. Tidak ditemukan KTP, hanya ada telepon genggam miliknya saja. Setelah dievakuasi langsung dibawa ke RS PMI,” ungkap Jaya.
Korban diketahui mengalami luka cukup berat pada bagian kepala hingga leher. Meski demikian, saat pertama kali ditemukan korban masih dalam keadaan sadar.
“Ciri-cirinya kulit putih, rambut ikal, dan memiliki kumis. Saat ditemukan tubuhnya masih dalam kondisi utuh,” pungkasnya. (bay)
Editor : Yosep Awaludin