Kepala Bidang Peternakan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKPP) Kota Bogor, Anizar menjelaskan plastik berwarna hitam umumnya dibuat dari bahan daur ulang.
“Jadi kalau bisa dan disarankan tidak menggunakan plastik berwarna apalagi hitam, saat membungkus daging kurban,” kata Anizar kepada Radar Bogor.
Plastik berwarna hitam umumnya dibuat lewat teknik daur ulang. Sehingga kebersihannya tidak selalu aman. Bahkan komposisinya boleh jadi dari bahan kima.
“Dapat mengandung zat berbahaya seperti logam berat dan lain-lain. Sehingga dikuatirkan pindah ke daging,” terang Anizar, Minggu, 24 Mei 2026.
Warga atau panitia kurban bisa menganti penggunaan plastik hitam dengan plastik bening. Materialnya lebih aman untuk menjaga kualitas daging.
“Bisa pakai plastik bening yang food grade atau menggunakan kaya semacam besek bambu, lebih bagus lagi pakai daun pisan,” beber Anizar dikonfirmasi lebih lanjut.
Anizar berharap himbauan ini dapat menjadi perhatian serius, khususnya panitia atau DKM yang mendistribusikan daging kurban untuk warga di sekitarnya.
Pelaksanaan kurban memang saat ini jadi perhatian serius Pemerintah Kota Bogor. Mereka pun turut memantau proses lalu lintas hewan yang datang dari luar daerah.
Sekretaris Daerah Kota Bogor, Denny Mulyadi menjelaskan, hewan yang datang dari luat Kota Bogor akan melalui tahapan cek point terlebih dahulu.
“Sebelum masuk ke Kota Bogor dicek dulu kelengkapan administrasinya. Ini dilakukan di daerah-daerah perbatasan yang kemudian dilanjutkan DKPP,” jelasnya.
Skema pemantauan ini terpaksa dilakukan. Tujuannya untuk memastikan hewat kurban yang didatangkan ke Kota Bogor sudah terbebas dari Penyakit Mulut dan Kuku (bay)
Editor : Eka Rahmawati