RADAR BOGOR - Hujan deras yang mengguyur kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Minggu sore 24 Mei 2026 mengakibatkan tinggi muka air (TMA) Sungai Ciliwung di Bendung Katulampa meningkat signifikan.
Akibat kenaikan tersebut, Bendung Katulampa Kota Bogor kini ditetapkan dalam status Siaga 3.
Petugas Bendung Katulampa, Muhamad Alwan menjelaskan, kenaikan debit air terjadi sangat cepat setelah hujan deras mengguyur wilayah hulu Sungai Ciliwung.
Menurutnya, sekitar pukul 17.00 WIB kondisi tinggi muka air Sungai Ciliwung masih berada di angka 30 sentimeter dengan status normal.
Tapi, hanya dalam waktu sekitar 22 menit, ketinggian air meningkat tajam hingga mencapai 110 sentimeter atau masuk kategori Siaga 3.
Hujan Deras di Kawasan Puncak Jadi Pemicu Utama
Muhamad Alwan menyampaikan, intensitas hujan yang cukup tinggi di kawasan Puncak Bogor menjadi faktor utama meningkatnya debit air Sungai Ciliwung menuju Bendung Katulampa.
"Di Puncak hujan," ucapnya.
Ia menuturkan, meski saat ini kondisi cuaca di sekitar Bendung Katulampa hanya gerimis, aliran air dari wilayah hulu terus mengalami peningkatan.
Situasi tersebut membuat petugas meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kenaikan debit air lanjutan.
Ratusan Ribu Liter Air Mengalir ke Jakarta
Dalam keterangannya, Muhamad Alwan juga menyebut debit air yang mengalir menuju Jakarta mencapai 161.986 liter per detik.
Jumlah tersebut diperkirakan akan berdampak pada peningkatan debit sungai di sejumlah wilayah ibu kota.
Ia menjelaskan, limpasan air dari Bendung Katulampa diperkirakan akan tiba di Jakarta dalam waktu sekitar 8 hingga 10 jam ke depan.
Karena itu, masyarakat yang tinggal di bantaran Sungai Ciliwung diminta tetap waspada terhadap kemungkinan kenaikan permukaan air.
Warga Bantaran Sungai Diimbau Tingkatkan Kewaspadaan
Peningkatan status Bendung Katulampa menjadi Siaga 3 kembali menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan menghadapi cuaca ekstrem yang masih terjadi di wilayah Bogor dan sekitarnya.
Petugas terus melakukan pemantauan perkembangan debit air secara berkala untuk memastikan kondisi tetap terkendali.
Masyarakat di wilayah hilir Sungai Ciliwung, khususnya Jakarta dan sekitarnya, juga diimbau memantau informasi resmi terkait perkembangan situasi cuaca dan aliran sungai. (*)
Editor : Siti Dewi Yanti