RADAR BOGOR – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Bogor menyalurkan ratusan paket daging kurban kepada warga di wilayah perbatasan, tepatnya di Kampung Lembur Sawah, Kelurahan Mulyaharja, Kecamatan Bogor Selatan, Kamis, 28 Mei 2026.
Kegiatan ini menjadi bagian dari Festival Qurban Baznas Kota Bogor yang digelar untuk memperluas manfaat hewan kurban ke wilayah pinggiran.
Wali Kota Bogor Dedie Rachim mengatakan, pemilihan lokasi di wilayah selatan ini merupakan upaya menjangkau masyarakat yang membutuhkan hewan kurban. Selain itu, Festival Kurban Baznas ini juga menunjukkan meningkatnya partisipasi masyarakat dalam berkurban.
Baca Juga: Cek Fakta Bansos Tambahan Tahun 2026, Begini Kondisi Penyaluran PKH BPNT dan Bantuan Dana PIP
“Alhamdulillah, tahun ini BAZNAS memotong sebanyak 49 ekor kambing. Kalau dibandingkan tahun sebelumnya yang masih di kisaran 30-an ekor, artinya ada peningkatan yang nyata,” ujarnya.
Ia menyebut, peningkatan jumlah hewan kurban tersebut menjadi indikator positif di tengah kondisi ekonomi yang dinamis. Menurutnya, kesadaran masyarakat untuk berbagi justru terus tumbuh.
“Di tengah situasi ekonomi yang sangat dinamis, kesadaran masyarakat untuk berkurban justru meningkat. Ini patut kita syukuri,” ucapnya.
Dedie menambahkan, secara keseluruhan jumlah hewan kurban di Kota Bogor pada Iduladha tahun ini mencapai sekitar 15.800 ekor. Angka tersebut terdiri dari sapi dan kambing yang tersebar di berbagai wilayah.
“Yang terpenting bukan hanya jumlahnya, tapi konsistensi masyarakat untuk terus berbagi dan peduli kepada sesama,” katanya.
Sementara itu, Ketua Baznas Kota Bogor, Subhan Murtadla, menjelaskan sebanyak 490 paket daging kurban disalurkan langsung kepada warga setempat. Selain itu, distribusi juga dilakukan melalui sejumlah lembaga keagamaan.
“Penerima manfaat yang tercatat ada 490 kartu. Sisanya kami distribusikan melalui lembaga seperti DKM, totalnya sekitar 30 lembaga,” jelasnya.
Baca Juga: Ada Proyek Perbaikan Drainase di Bogor, Pedagang Bunga di Jalan Dadali Terdampak
Subhan mengatakan, program ini telah berjalan selama empat tahun dan terus menunjukkan tren peningkatan. BAZNAS juga tidak menetapkan target kaku dalam pelaksanaan kurban.
“Kami lebih fokus mengedukasi masyarakat untuk menumbuhkan kesadaran berkurban dan saling berbagi. Sifatnya memberikan motivasi,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemilihan wilayah perbatasan dilakukan agar program BAZNAS bisa menjangkau masyarakat yang selama ini belum tersentuh secara maksimal. Edukasi dan distribusi bantuan diharapkan bisa merata hingga ke wilayah pinggiran kota.
“Kami sengaja memilih wilayah perbatasan dengan kabupaten agar program ini hadir langsung di tengah masyarakat yang mungkin belum banyak tersentuh,” tutupnya.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga