RADAR BOGOR – Perpustakaan Kota Bogor terus memperkuat layanan ramah anak sebagai bagian dari dukungan terhadap program Kota Layak Anak (KLA). Berbagai fasilitas dan program disiapkan untuk menciptakan suasana belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi anak sejak usia dini.
Pustakawan Ahli Muda Perpustakaan Kota Bogor, Rani Septiani Apriantari, mengatakan layanan ramah anak yang tersedia saat ini sudah cukup lengkap. Fasilitas tersebut dirancang untuk menarik minat anak agar lebih dekat dengan dunia literasi.
“Untuk layanan fasilitas ramah anak yang ada di Perpustakaan Kota Bogor sendiri sudah cukup lengkap,” ujar Rani saat diwawancarai, Jumat, 29 Mei 2026.
Ia menjelaskan, sejumlah fasilitas yang tersedia antara lain ruang baca anak yang terpisah dari ruang dewasa serta ruang kreasi anak yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan edukatif.
Selain itu, tersedia juga ruang disabilitas, koleksi buku anak yang beragam sesuai usia, serta area baca yang nyaman dan penuh warna.
Tersedia Fasilitas Lengkap hingga Berbagai Kegiatan Literasi
Tak hanya itu, perpustakaan juga rutin menggelar kegiatan literasi seperti storytelling dan membaca nyaring yang bekerja sama dengan komunitas. Layanan penunjang seperti fasilitas internet atau WiFi, program edukasi, hingga kunjungan wisata pustakaloka bagi pelajar turut melengkapi layanan tersebut.
“Selain itu, ada juga layanan perpustakaan keliling untuk menjangkau anak-anak di berbagai wilayah,” ucapnya.
Rani menambahkan, keberadaan fasilitas ini diharapkan mampu menumbuhkan minat baca anak sejak dini. Lingkungan yang ramah dan menyenangkan dinilai menjadi kunci agar anak betah berada di perpustakaan.
Di sisi lain, upaya penguatan layanan ini juga menjadi bagian dari pemenuhan indikator penilaian Kota Layak Anak. Perpustakaan Kota Bogor telah berupaya memenuhi berbagai komponen, terutama pada aspek layanan dan fasilitas ramah anak.
Namun demikian, masih terdapat sejumlah indikator yang belum optimal, khususnya pada komponen sumber daya manusia dan lembaga yang tersertifikasi PISA. Saat ini, baru terdapat satu SDM yang memiliki sertifikasi tersebut, sementara untuk mencapai nilai maksimal dibutuhkan minimal tiga SDM dan sepuluh lembaga tersertifikasi.
“Untuk komponen SDM dan lembaga PISA, kami masih menunggu arahan lebih lanjut dari Kementerian PPPA terkait pelaksanaan sertifikasi,” katanya.
Sebagai langkah tindak lanjut, pihak perpustakaan telah menyiapkan rencana kerja untuk meningkatkan capaian penilaian di tahun berikutnya. Salah satunya melalui penguatan kemitraan dengan Dinas Sosial dalam penyediaan layanan informasi layak anak bagi berbagai kelompok, termasuk anak yang memerlukan perlindungan khusus.
Sementara itu, Pemerintah Kota Bogor menargetkan kenaikan predikat Kota Layak Anak ke level tertinggi atau Utama pada 2027. Target tersebut didorong oleh capaian nilai Evaluasi Mandiri yang telah mencapai 932,44 dari total maksimal 1.000 poin.
Perkuat SDM dan Standarisasi Layanan Ramah Anak
Sekretaris Daerah Kota Bogor, Denny Mulyadi, menyebut masih terdapat sejumlah aspek yang perlu diperkuat untuk mencapai target tersebut. Ia menekankan pentingnya penyusunan rencana kerja yang terukur, terutama pada aspek regulasi, standarisasi, dan penguatan sumber daya manusia.
“Terkait regulasi, standarisasi, SDM, dan hal lainnya, saya mohon kepada Ibu Kadis untuk segera menyusun satu kertas kerja. Kita perlu mengukur berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mencapai kondisi ideal,” ujarnya.
Ia menjelaskan, salah satu kendala utama saat ini adalah belum adanya regulasi setingkat Peraturan Daerah (Perda). Padahal, regulasi tersebut menjadi syarat penting untuk mendorong nilai maksimal pada indikator kelembagaan.
Selain itu, Pemkot Bogor juga didorong untuk menyusun target tahunan dalam standarisasi layanan ramah anak, baik di puskesmas, sekolah, maupun ruang bermain ramah anak. Hal ini dinilai penting agar progres peningkatan dapat terukur hingga target 2027. (uma)
Editor : Eka Rahmawati