RADAR BOGOR – Sosialisasi proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL) di wilayah Kayumanis, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor terus digencarkan pemerintah bersama instansi terkait.
Langkah ini dilakukan untuk memberikan pemahaman menyeluruh kepada warga terkait konsep dan mekanisme PSEL yang dinilai berbeda dengan tempat pembuangan akhir (TPA).
Camat Tanah Sareal Rokib mengatakan sosialisasi di tingkat lingkungan sudah mulai dilakukan bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor. Kegiatan tersebut menyasar sejumlah RW sebagai tahap awal sebelum diperluas ke tingkat kelurahan.
“Sosialisasi di tingkat RW sudah dilakukan bersama LH di RW 11 dan RW 06, selanjutnya akan ada sosialisasi di tingkat kelurahan bersama LH dan pihak Danantara,” ujar Rokib, Jumat, 29 Mei 2026.
Ia menjelaskan, materi yang disampaikan dalam sosialisasi mencakup berbagai aspek penting terkait pengelolaan sampah. Mulai dari jenis limbah, kapasitas pengolahan, hingga sistem pengangkutan dijelaskan agar warga memahami proses kerja PSEL secara utuh.
“Terkait limbah, kapasitas sampah dan pengangkutan menjadi fokus yang disampaikan ke warga,” katanya.
Meski demikian, Rokib mengakui masih terdapat kendala di lapangan, salah satunya adalah persepsi masyarakat yang menganggap PSEL tidak berbeda dengan tempat pembuangan sampah.
“Masih ada anggapan warga kalau PSEL sama saja dengan tempat pembuangan sampah,” ucapnya.
Gencar Sosialisasi PSEL
Untuk itu, pihak kecamatan akan meningkatkan intensitas sosialisasi agar informasi yang diterima masyarakat semakin jelas dan tidak menimbulkan kesalahpahaman. Pendekatan komunikasi yang lebih masif dan berkelanjutan dinilai menjadi kunci keberhasilan program tersebut.
“Sosialisasi akan dilakukan lebih masif dan kontinu,” tegasnya.
Sementara itu, tokoh masyarakat Kayumanis, Cecep Fatahillah, menyambut positif rencana pembangunan PSEL di wilayahnya. Ia menilai proyek ini merupakan langkah strategis dalam mengatasi persoalan sampah sekaligus memperbaiki tata lingkungan.
“Saya secara pribadi sangat mengapresiasi dan mendukung penuh program ini. Dengan teknologi yang baik, insyaallah bukan merusak alam, tapi justru merapikan,” ujarnya.
Menurutnya, persoalan sampah tidak bisa lagi dibiarkan menumpuk dan menjadi sumber masalah bagi masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya komunikasi yang berkelanjutan antara pemerintah dan warga agar program ini berjalan dengan baik.
“Yang terpenting ke depan adalah menjaga komunikasi yang baik, agar program ini juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat,” ucapnya. (uma)
Editor : Eka Rahmawati