RADAR BOGOR - Pedagang bunga di Jalan Dadali, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor kini harus pasrah, pasca Pemkot Bogor berencana menggusur lapak mereka.
Pedagang bunga kini tak punya alasan lagi untuk bertahan. Sebab lokasi tersebut jadi prioritas Pemkot Bogor dalam memperbaiki saluran drainase.
Namun rasa gelisah tak lepas menghantui para pedagang bunga. Mereka khawatir kehilangan langganan yang biasa membeli bunga ke lapak-lapak mereka.
Kondisi tersebut seperti yang dialami oleh Arliyan. Pria berusia 56 tahun itu sudah dari 1989 menghasilkan pundi-pundi rupiah dari jualan bunga di Dadali.
“Dulu saya ikut bibi jualan disini. Kemudian tahun 1953 pindah ke Pajajaran, dan balik lagi ke Dadali tahun 2000. Jadi saya uda 26 tahun jualan disini,” jelas Arliyan.
Kini Arliyan tidak bisa berbuat banyak. Walau bagaimanapun tanah yang dijadikan lapak bunganya merupakan tanah milik Pemkot Bogor.
“Tapi kami punya izin, dibina oleh Dinas. Sekarang ketika tanah pemda itu dipakai, ya apa boleh buat,” terang Arliyan saat ditemui di lapaknya, Minggu 31 Mei 2026.
Arlyan sendiri kini sudah punya lapak baru di Jalan Regional Ring Road (R3) Bogor Timur. Ia pun sudah mulai merapihkan calon lokasi baru berjualannya itu.
“Alhamdulillah kalau kami sudah ada disana. Saya sudah mulai beres-beres juga. Tapi teman-teman kami belum semuanya punya lapak disana,” kata Arliyan.
Warga rantau dari Jawa Timur itu berharap pemerintah bisa segera mencari lapak baru bagi pedagang bunga yang terdampak. Dan membantu mereka untuk mempromosikan.
“Iya saya si berharap dibantu promosi juga lokasi yang barunya, supaya yang biasa beli ke kami-kami itu tau, dan tidak lari ke tempat yang lain,” pungkasnya. (bay)
Editor : Yosep Awaludin