RADAR BOGOR - Lintasan kereta di Jalan Sholeh Iskandar, Kota Bogor kerap menelan korban jiwa. Tidak ada pagar pembatas, membuat warga leluasa nyebrang di lokasi tersebut.
Teranyar, insiden warga tertabrak kereta terjadi pada Minggu 31 Mei 2026 malam. Seorang pria harus kehilangan nyawanya pasca duduk di dekat lintasan kereta Jalan Sholeh Iskandar tersebut.
Pantauan di lokasi pada, Senin 1 Juni 2026, insiden pria tertabrak kereta di perlintasan Jalan Sholeh Iskandar tadi malam tidak membuat warga kapok. Masih banyak pejalan kaki yang menyebrang.
Kondisi itu terjadi baik warga yang datang dari arah Jambu Dua ataupun sebaliknya. Warga lainnya sesekali tereak saat kereta melintas.
Warga sekitar Arvan menyarankan agar lintasan di Soleh Iskandar ditutup. Sebab matanya, sudah tak asing melihat adanya warga yang tertabrak kereta.
“Kalau saran saya ditutup ajasi. Karena disini sudah banyak kejadian juga kan, banyak makan korban. Jadi saran saya ditutup rapih jangan ada cela,” ujarnya.
Baca Juga: Vision Band, Ketika Para Dosen Unpak Bogor Lintas Disiplin Ilmu Mengeluarkan Kemampuan Bermusik
Fasilitas penutup yang disarankan berupa pagar pembatas. Tujuannya agar warga tidak ada lagi yang nekat nerobos di lintasan kereta Soleh Iskandar.
“Bagusnya tembok kaya rumah gitu, dari situkan orang tidak bisa manjat, atau paling mudah pakai pagar,” kata Arvan saat berbincang dengan Radar Bogor.
Arvan mengungkapkan kejadian serupa sempat terjadi tiga pekan silam. Ia yang saat itu baru pertama kali kerja di sebuah warung mengaku syok melihat tubuh warga berceceran pasca ditabrak kereta.
Diinformasikan sebelumnya, sudah ada tiga lintasan yang akan ditutup oleh Pemerintah Kota Bogor. Lokasi ini disebut berbahaya dan kerap menelan korban jiwa.
Kepala Dinas PUPR Kota Bogor, Juniarti Estiningsih menjelaskan tiga titik lintasan kereta tersebut merupakan hasil pemetaan yang dilakukan oleh pihaknya.
“Iya ada beberapa yang sudah kami petakan. Pertama lintasan KA Jalan MA Salmun, kemudian KA Jalan Martadinata dan Lintasan Soleh Iskandar,” beber Esti.
Esti menerangkan lintasan kereta di Martadinata dan di Jalan Sholeh Iskandar memang tidak dilalui oleh kendaraan. Namun banyak warga yang kerap berlalu lalang.
“Iya tapi masyarakat suka berlalu lalang, jadi sering juga kejadian orang nyebrang terus ketabrak kereta,” ujar Esti beberapa waktu lalu.
Esti memberikan garansi penutupan lintasan kereta akan segera direalisasikan. Saat ini pihaknya tengah mengkaji skema dan opsi penutupannya.
“Sedang mempersiapkan perencanaan dan tahapan nya, sedang kami kaji. Secepatnya akan kita realisasikan untuk keamanan masyarakat,” pungkasnya. (bay)
Editor : Yosep Awaludin