RADAR BOGOR - Penanganan longsor yang terjadi di Jalan Kebon Pedes, Kecamatan Tanah Sareal Kota Bogor, lambat. Kontruksi jalan pun masih terlihat menggantung.
Pengendara yang melintas di Jalan Kebon Pedes pun harus bergiliran. Terdapat dua warga yang bertugas mengatur flow kendaraan, baik yang datang dari Solis ataupun sebaliknya.
Di bawah tebingan longsor terlihat ada tumpukan karung berisi tanah dan kerikil. Sementara akses Jalan Kebon Pedes yang longsor masih ditutup menggunakan barier.
Warga sekitar mengatakan sebetulnya sudah ada sejumlah pekerja yang melakukan penanganan di ruas Jalan Kebon Pedes ini.
Namun sudah lebih dari satu pekan mereka tak lagi terlihat. Mereka menilai mestinya penanganan dilakukan secara maksilam sebelum ditinggalkan.
“Sudah lama tidak ada pekerja. Kalau longsor kan akhir tahun kemarin. Sekarang cuma ada karung-karung di bawah situ,” kata Ahmad warga sekitar.
Ahmad mengaku khawatir terjadi longsor susulan jika tidak ditangani segera. Apalagi Jalan Kebon Pedes ini jadi akses vital warga yang tinggal di Kecamatan Tanah Sareal.
Menanggapi hal ini, Kepala UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat, Andi Nugroho buka suara.
Andi menerangkan penanganan longsor di Jalan Kebon Pedes memang masih bersifat sementara dan belum masuk pada tahapab kontruksi.
“Pekerjaan yang kemarin-kemarin dilakukan untuk penanganan sementara,” kata Andi saat ditanya soal tidak adanya aktivitas pekerja di lokasi longsor.
Penanganan secara utuh termasuk kontruksi jalan yang longsor baru masuk tahap lelang. Pengerjaan tergantung seberapa cepat hasil lelangnya.
“Jadi kalau itu (Kontruksi) proses saat ini lelang atau pengadaan. Yang kemarin memang masih sementara saja,” terang Andi saat dikonfirmasi lebih lanjut.
Nilai lelang untuk penanganan longosor di Jalan Kebon Pedes tidak sedikita. Andi mengungkapkan Pemprov Jabar telah menggarkan senilai Rp 7 miliar.
“Pekerjaan Perbaikan Dinding Penahan Tanah (DPT Beton) Ruas Jl. Kebon Pedes Bogor, pagu anggaran, Rp 7.016.495.336,00 dengan HPS : Rp6.399.267.793,00,” pungkasnya. (bay)
Editor : Yosep Awaludin