Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Tinjau Pengembangan Stasiun Bogor, Dirut KAI Bobby Rasyidin Pastikan Proyek Selesai Tepat Waktu

Reka Faturachman • Senin, 1 Juni 2026 | 22:19 WIB
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin saat meninjau proyek di Stasiun Bogor pada Senin, 1 Juni 2026. (Dok. Humas PT KAI Daop 1 Jakarta)
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin saat meninjau proyek di Stasiun Bogor pada Senin, 1 Juni 2026. (Dok. Humas PT KAI Daop 1 Jakarta)

RADAR BOGOR - PT Kereta Api Indonesia (KAI) memastikan proyek pengembangan Stasiun Bogor berjalan sesuai rencana dan ditargetkan rampung tepat waktu. Bahkan, sejumlah pekerjaan utama saat ini disebut mengalami percepatan dibanding jadwal yang telah ditetapkan.

Kepastian tersebut disampaikan Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, saat melakukan peninjauan langsung ke lokasi proyek di Stasiun Bogor, Senin, 1Juni 2026.

Menurut Bobby, pengerjaan pengembangan peron pada jalur 6, 7, dan 8 menunjukkan progres yang menggembirakan karena realisasinya lebih cepat dari target awal.

Ia menilai percepatan tersebut menjadi kabar positif bagi pengguna Commuter Line, khususnya di lintas Bogor, karena peningkatan kapasitas layanan dapat segera diwujudkan untuk mengakomodasi pertumbuhan jumlah penumpang yang terus meningkat.

"Pekerjaan pengembangan peron jalur 6, 7, dan 8 di Stasiun Bogor berjalan lebih cepat dari target yang telah ditetapkan, percepatan ini menjadi kabar baik karena kapasitas layanan dapat segera ditingkatkan untuk menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat yang terus tumbuh di Bogor Line," ujar Bobby.

Saat ini, pekerjaan telah memasuki tahap pembangunan struktur peron baru serta pemasangan kembali tiang Listrik Aliran Atas (LAA). Seluruh proses pengerjaan dilakukan secara bertahap dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan perjalanan kereta dan kenyamanan pelanggan.

Selain pengembangan area peron, KAI juga membangun kanopi baru yang terintegrasi dengan area selasar stasiun. Fasilitas tersebut dirancang untuk memberikan kenyamanan lebih bagi penumpang saat berpindah peron maupun menunggu jadwal keberangkatan.

Baca Juga: Rawan Banjir, Pemkot Bogor Fokos Perbaiki Drainase di 3 Titik Ruas Jalan Berikut Ini

Proyek pengembangan peron jalur 6, 7, dan 8 telah dimulai sejak pertengahan April 2026 dan dijadwalkan selesai pada Juli mendatang. Perpanjangan peron dilakukan sebagai bagian dari persiapan operasional rangkaian Commuter Line 12 kereta atau SF12 yang memiliki daya angkut lebih besar dibandingkan rangkaian sebelumnya.

Pada kesempatan yang sama, Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengungkapkan bahwa jumlah pengguna Bogor Line terus mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Hingga April 2026, jumlah pelanggan di lintas tersebut tercatat mencapai 51.868.066 orang. Dalam rentang tiga tahun terakhir, terjadi penambahan sekitar 52,9 juta pelanggan atau meningkat sekitar 51,9 persen.

Anne menjelaskan, tren tersebut memperlihatkan semakin pentingnya peran Bogor Line sebagai salah satu moda transportasi utama bagi masyarakat Jabodetabek. Peningkatan jumlah pengguna secara langsung mendorong kebutuhan terhadap kapasitas layanan yang lebih besar, baik di dalam rangkaian kereta maupun fasilitas stasiun.

Data KAI menunjukkan sebagian besar pengguna Commuter Line berasal dari kelompok usia produktif, dengan porsi mencapai 91 persen. Selain itu, lebih dari separuh perjalanan dilakukan untuk aktivitas bekerja dan pendidikan.

Dari sisi latar belakang pekerjaan, sekitar 42 persen pengguna merupakan pegawai swasta, sedangkan mayoritas pelanggan memiliki tingkat pendapatan hingga Rp5 juta per bulan. Kondisi tersebut memperlihatkan peran penting transportasi berbasis rel dalam mendukung mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat sehari-hari.

Tingginya kebutuhan perjalanan tersebut juga tercermin di Stasiun Bogor yang menjadi salah satu simpul utama transportasi Commuter Line. Sebagai titik keberangkatan dan kedatangan utama di koridor Bogor Line, volume penumpang di stasiun ini terus menunjukkan tren peningkatan.

Sepanjang 2025, jumlah pelanggan yang masuk melalui gate in tercatat mencapai lebih dari 18.199.619 orang, sedangkan gate out mencapai sekitar 18.171.350 orang dan angka tersebut lebih tinggi dibandingkan capaian sepanjang 2024 yang mencatat gate in 17.124.802 pelanggan serta gate out  17.276.284 pelanggan.

"Pada periode Januari hingga April 2026, volume gate in telah mencapai 6.140.074 pelanggan dan gate out sebanyak 5.959.832 pelanggan,” jelas Anne.

Besarnya volume pengguna tersebut sejalan dengan tingginya frekuensi perjalanan kereta yang dilayani di Stasiun Bogor. Saat ini terdapat 392 perjalanan Commuter Line setiap hari kerja dan 373 perjalanan pada akhir pekan.

Dengan intensitas perjalanan yang tinggi tersebut, Stasiun Bogor menjadi salah satu stasiun tersibuk dalam jaringan Commuter Line Jabodetabek dan memiliki peran vital dalam mendukung mobilitas masyarakat setiap harinya.

“Frekuensi tersebut menjadikan Stasiun Bogor sebagai salah satu stasiun dengan aktivitas operasional paling tinggi di jaringan Commuter Line Jabodetabek,” kata Anne.(fat)

Editor : Eka Rahmawati
#dirut KAI #Bobby Rasyidin #stasiun bogor