RADAR BOGOR - Struktur Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Bogor menunjukkan dinamika yang menarik.
Data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bogor mengungkap, jumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) di kota tersebut mencapai 5.233 orang.
Dari total tersebut, pegawai perempuan menjadi kelompok terbesar dengan jumlah 2.871 orang.
Sementara itu, pegawai laki-laki tercatat sebanyak 2.362 orang.
Komposisi ini menunjukkan, perempuan kini memiliki peran yang semakin besar dalam roda pemerintahan dan pelayanan publik di Kota Bogor.
Tidak hanya dari sisi jumlah, distribusi pegawai berdasarkan jabatan juga memperlihatkan karakteristik yang unik, mulai dari dominasi perempuan di sektor pendidikan dan kesehatan hingga kuatnya peran laki-laki pada jabatan teknis dan pelaksana.
Jabatan Pimpinan Masih Didominasi Laki-Laki
Pada level pimpinan tinggi, jumlah pejabat yang menduduki Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama tercatat sebanyak 30 orang.
Dari jumlah tersebut, mayoritas merupakan laki-laki dengan 26 orang, sementara perempuan hanya empat orang.
Kondisi serupa juga terlihat pada jabatan Administrator yang berjumlah 138 orang.
Sebanyak 94 posisi ditempati laki-laki dan 44 lainnya diisi perempuan.
Sementara itu, pada tingkat Pengawas atau Supervisor, terdapat 449 pegawai yang mengemban tugas tersebut.
Komposisinya terdiri dari 249 laki-laki dan 200 perempuan.
Data juga menunjukkan bahwa posisi Jabatan Pimpinan Tinggi Utama dan Madya belum terisi.
Begitu pula dengan kategori Eselon V yang tidak tercatat memiliki pegawai aktif.
Guru Menjadi Kelompok PNS Terbesar di Kota Bogor
Salah satu fakta paling mencolok dalam data kepegawaian Kota Bogor adalah dominasi tenaga pendidik.
Jabatan Fungsional Guru menjadi kategori dengan jumlah pegawai terbanyak dibandingkan kelompok jabatan lainnya.
Total terdapat 1.762 guru berstatus PNS yang bertugas di berbagai satuan pendidikan.
Menariknya, profesi guru didominasi oleh perempuan. Sebanyak 1.303 guru merupakan perempuan, sedangkan guru laki-laki berjumlah 459 orang.
Besarnya jumlah tenaga pendidik ini menunjukkan bahwa sektor pendidikan masih menjadi salah satu fokus utama dalam pelayanan publik Pemerintah Kota Bogor.
Sektor Kesehatan Didominasi Perempuan
Selain pendidikan, dominasi perempuan juga terlihat kuat di sektor kesehatan.
Pada Jabatan Fungsional Medis, tercatat terdapat 848 pegawai.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 736 orang merupakan perempuan dan hanya 112 orang laki-laki.
Komposisi ini mencerminkan tingginya keterlibatan perempuan dalam layanan kesehatan masyarakat, mulai dari tenaga medis hingga profesi kesehatan lainnya yang berada di bawah struktur pemerintahan daerah.
Bidang Teknis dan Pelaksana Jadi Kekuatan Pegawai Laki-Laki
Berbeda dengan sektor pendidikan dan kesehatan, bidang teknis masih didominasi oleh pegawai laki-laki.
Pada Jabatan Fungsional Teknis, jumlah pegawai mencapai 567 orang.
Sebanyak 375 posisi diisi laki-laki, sementara perempuan berjumlah 192 orang.
Dominasi laki-laki juga terlihat sangat kuat pada kelompok Jabatan Fungsional Umum atau Pelaksana.
Kategori ini menjadi kelompok terbesar kedua setelah guru dengan total 1.439 pegawai.
Dari jumlah tersebut, 1.047 orang merupakan laki-laki, sedangkan perempuan berjumlah 392 orang.
Peran pelaksana menjadi salah satu tulang punggung operasional pemerintahan karena bertugas menjalankan berbagai layanan administratif dan teknis di lapangan.
Potret Birokrasi Modern Kota Bogor
Data kepegawaian Pemerintah Kota Bogor menunjukkan, adanya keseimbangan peran antara laki-laki dan perempuan dalam berbagai sektor pelayanan publik.
Perempuan mendominasi pada bidang pendidikan dan kesehatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, sementara laki-laki masih banyak mengisi sektor teknis, pelaksana, dan sebagian besar jabatan struktural.
Dengan total lebih dari lima ribu PNS yang tersebar di berbagai bidang, birokrasi Kota Bogor terus menunjukkan perannya sebagai motor penggerak pelayanan publik yang mendukung pembangunan daerah dan kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan. (*)
Editor : Siti Dewi Yanti