RADAR BOGOR - Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor akhirnya sambangi warga RW 12, Kebon Pedes, Tanah Sareal, terkait dengan keluhan mati air yang sudah dialami selama bertahun-tahun.
Sebelumnya, warga RW 12 mengaku sudah tahunan mengalami mati air total setiap subuh pukul 05.00 WIB, hingga air kembali menyala sekitar pukul 10.00-11.00 WIB. Masalah itu pun sejak awal sudah dilaporkan ke Perumda Tirta Pakuan.
Salah satu warga bernama Endang menyebut, bahwa taip-tiap warga telah membuat laporan perihal mati air ke Perumda Tirta Pakuan sejak beberapa tahun lalu.
Sayangnya, masalah tersebut terus terjadi hingga tahun ini. Sehingga Endang mengaku, beberapa warga pun berencana melakukan unjuk rasa.
Hingga sampai hari ini, 2 Juni 2026, sejumlah direksi Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor pun menyambangi warga.
Dalam diskusi, Pjs Manager Pelayanan Pelanggan Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor Poppi Rustanti menjelaskan, bahwa dugaan awal masalah tersebut adalah kebocoran.
Sebab, menurut penuturan warga, pun, banyak titik kebocoran yang hingga kini belum juga diperbaiki.
Sehingga, Poppy dan tim Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor pun langsung memetakan titik-titik tersebut, untuk dilakukan perbaikan dalam waktu dekat.
Sementara di tempat berbeda, Dirut Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor Rino Indira Gusniawan pun mengatakan, laporan dari pemeriksaan sementara, adanya dugaan kebocoran, yang membuat tekanan air berkurang.
Terutama di jam sibuk pada pagi hari, kebocoran itu pun menyebabkan air tidak bisa mengalir hingga ke rumah-rumah warga, akibat terbuang pada titik kebocoran tersebut.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga