Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Diserbu Warga, Gerakan Pangan Murah HJB 544 di Lapangan Sempur Kota Bogor Masih Berlangsung Besok

Fikri Rahmat Utama • Selasa, 2 Juni 2026 | 13:59 WIB
Warga memadati Gerakan Pangan Murah HJB ke-544 di Lapangan Sempur, Kota Bogor, Selasa 2 Juni 2026. (Foto: Fikri/Radar Bogor)
Warga memadati Gerakan Pangan Murah HJB ke-544 di Lapangan Sempur, Kota Bogor, Selasa 2 Juni 2026. (Foto: Fikri/Radar Bogor)

RADAR BOGOR – Hari pertama pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) dalam rangka Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 resmi dibuka, Selasa 2 Juni 2026 di Lapangan Sempur, Kelurahan Sempur, Kota Bogor.

Kegiatan yang digelar Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bogor ini langsung diserbu warga sejak pagi hari.

Sejak pukul 08.00 WIB, lokasi kegiatan sudah dipadati pengunjung yang ingin mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.

Warga terlihat antre di sejumlah stan yang menyediakan beras premium dan SPHP, minyak goreng, gula pasir, daging, ayam, telur, hasil perikanan, hingga sayuran dan buah segar.

Harga yang ditawarkan jauh di bawah harga pasar menjadi daya tarik utama. Kondisi tersebut membuat warga berbondong-bondong memanfaatkan kesempatan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dengan biaya lebih hemat.

Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, mengatakan Gerakan Pangan Murah merupakan upaya pemerintah menghadirkan alternatif belanja dengan harga terjangkau di tengah fluktuasi harga bahan pokok.

Baca Juga: Protes Mati Air Menahun di Kebon Pedes, Perumda Tirta Pakuan Sambangi Warga, Ungkap Dugaan Penyebab hingga Periksa Titik Kebocoran

“Kegiatan ini diinisiasi Dinas Ketahanan Pangan dan berkolaborasi dengan Bank Indonesia, Pegadaian, para camat, UMKM, dan masyarakat. Dengan harga yang relatif lebih murah dari pasaran, ini menjadi alternatif belanja yang membantu masyarakat,” ujarnya.

Ia menyebut, antusiasme warga terlihat tinggi pada hari pertama pelaksanaan. Pemerintah Kota Bogor pun berupaya agar kegiatan serupa dapat digelar di seluruh kecamatan.

“Kita harapkan bisa tersebar di enam kecamatan, bahkan sampai ke kelurahan. Masyarakat sangat menunggu kegiatan seperti ini,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, terdapat sekitar 23 tenan yang menyediakan berbagai komoditas.

Tidak hanya bahan pangan, tetapi juga produk UMKM seperti makanan ringan, minuman, kopi khas Bogor, hingga hasil kerajinan.

“Semuanya berkumpul di sini, tidak hanya pangan, tetapi juga kreativitas UMKM binaan Pemerintah Kota Bogor,” ucap Jenal.

Ia menambahkan, kondisi pasokan pangan di Kota Bogor hingga saat ini masih relatif aman dan terkendali.

Meski demikian, pihaknya tetap akan memantau sejumlah komoditas yang mengalami kenaikan harga, termasuk cabai.

“Kita akan cek ke lapangan, di pasar mana terjadi kenaikan. Mudah-mudahan bisa kita tekan kembali harganya,” katanya.

Selain itu, Pemkot Bogor juga tengah mengkaji wacana kebijakan agar aparatur sipil negara (ASN) lebih aktif berbelanja produk UMKM lokal.

Baca Juga: Progres SIKS-NG Bansos 2 Juni 2026, Intip Peta Kliring KKS 4 Bank Himbara dan Evaluasi Akun yang Masih Tertahan

Bahkan, muncul usulan pemberian sanksi bagi ASN yang tidak menjalankan kebijakan tersebut.

“Kalau 7.000 ASN setiap bulan belanja beras dari UMKM lokal, perekonomian pasti meningkat. Ini masih kita bahas bersama,” ucapnya.

Kepala DKPP Kota Bogor, Dody Ahdiat, memastikan ketersediaan pangan selama kegiatan berlangsung dalam kondisi aman dan mencukupi.

Ia menyebut, GPM menjadi salah satu upaya menjaga stabilitas harga sekaligus membantu masyarakat.

“Pasokan barang dipastikan aman untuk dua hari pelaksanaan. Ini bentuk dukungan agar masyarakat bisa berhemat sekaligus merayakan hari jadi kota dengan gembira,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, antusiasme warga sangat tinggi hingga sejumlah komoditas habis terjual pada hari pertama. Harga yang ditawarkan pun dinilai jauh lebih murah dibandingkan harga di pasaran.

“Seperti cabai dijual Rp5.000 per bungkus, minyak goreng Rp15.500, sementara di warung bisa mencapai Rp18.000 sampai Rp19.000. Makanya banyak yang beli dalam jumlah banyak,” katanya.

Kegiatan Gerakan Pangan Murah masih akan berlangsung hingga Rabu 3 Juni 2026 mulai pukul 08.00 WIB sampai dengan selesai. 

Pemkot Bogor mengajak masyarakat yang belum sempat hadir untuk memanfaatkan kesempatan tersebut.

Selain berbelanja, kegiatan juga diramaikan dengan kehadiran produk UMKM lokal serta lomba mewarnai bagi anak TK dan PAUD, serta pembagian doorprize bagi pengunjung. (uma)

Editor : Yosep Awaludin
#kota bogor #gerakan pangan murah #lapangan sempur