RADAR BOGOR – Dinas Kesehatan Kota Bogor menggelar sunatan massal gratis dalam rangka Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 Tahun 2026.
Sunatan masaal ini menargetkan sebanyak 544 anak dan dilaksanakan serentak di 25 puskesmas se-Kota Bogor hingga 5 Juni 2026.
Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, mengatakan sunatan massal ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memberikan pelayanan kesehatan sekaligus memeriahkan peringatan hari jadi kota.
Program tersebut juga terbuka untuk seluruh warga tanpa memandang latar belakang ekonomi.
“Targetnya adalah 544 anak yang disebar di 25 puskesmas di Kota Bogor. Silakan warga yang ingin anaknya dikhitan gratis datang langsung, pelayanan dibuka sampai 5 Juni 2026,” katanya saat melihat pelaksanaan kegiatan di Puskesmas Sempur, Selasa 2 Juni 2026.
Ia menegaskan, seluruh fasilitas telah disiapkan oleh pemerintah untuk mendukung kelancaran pelaksanaan khitan massal tersebut. Selain itu, tenaga medis juga disiagakan di seluruh titik pelayanan.
Baca Juga: Diserbu Warga, Gerakan Pangan Murah HJB 544 di Lapangan Sempur Kota Bogor Masih Berlangsung Besok
“Jumlah tim medis yang kita kerahkan sebanyak 71 tenaga medis se-Kota Bogor. Semoga ini menjadi ladang pahala bagi semuanya,” ujarnya.
Pada hari pertama pelaksanaan, Jenal meninjau langsung kegiatan di Puskesmas Sempur, Kecamatan Bogor Tengah.
Ia menyebut, terdapat 14 anak yang mengikuti khitan di lokasi tersebut dan seluruh proses berjalan lancar.
“Alhamdulillah hari ini kami meninjau di Puskesmas Sempur, ada 14 anak yang ikut dan prosesnya berjalan lancar,” ucapnya.
Selain pelayanan khitan gratis, pemerintah juga memberikan bingkisan kepada para peserta sebagai bentuk apresiasi.
Bingkisan tersebut berisi sarung, perlengkapan salat, serta buku gambar untuk anak-anak.
“Tadi kami memberikan bingkisan untuk anak-anak. Rata-rata peserta masih usia di bawah sekolah, ada yang 3 sampai 4 tahun, dan sebagian masih menunggu pulang sekolah karena sedang ujian,” katanya.
Jenal menambahkan, program sunat massal dalam momentum HJB ini merupakan yang pertama kali dilaksanakan.
Pada tahun sebelumnya, kegiatan serupa digelar dalam rangka Hari Kesehatan Nasional.
“Untuk HJB, ini baru pertama kali kita adakan. Tahun lalu kegiatannya dalam rangka Hari Kesehatan Nasional, sekarang kita hadirkan di momentum HJB,” ujarnya.
Ia memastikan, program ini tidak membatasi peserta hanya dari kalangan tertentu.
Selama anak merupakan warga Kota Bogor dan dalam kondisi sehat, maka dapat mengikuti kegiatan tersebut.
“Tidak ada batasan status sosial, yang penting warga Kota Bogor, anaknya siap disunat dan dalam kondisi sehat, akan kita layani,” katanya. (uma)
Editor : Yosep Awaludin