RADAR BOGOR — Wali Kota Bogor Dedie A Rachim meminta masyarakat untuk bersabar terkait proses pembangunan yang tengah berjalan. Ia menegaskan seluruh program pemerintah tetap berjalan dan akan diselesaikan secara bertahap.
Menurut Dedie, pembangunan wilayah tidak bisa dilakukan secara instan dan harus melibatkan berbagai pihak, termasuk masyarakat. Pemerintah, kata dia, memiliki tanggung jawab untuk menjembatani harapan warga dengan realisasi di lapangan.
“Jadi masyarakat punya harapan. Insya allah pemerintah itu mendekatkan antara mimpi dan kenyataan, melalui diskusi-diskusi, anggaran melalui implementasi, jadi itu tugas kita,” katanya usai Rapat Paripurna Istimewa Hari Jadi Bogor (HJB) Ke-544.
Baca Juga: Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Minta Pembangunan Papua Tak Mengorbankan Alam dan Budaya
Wali Kota Bogor juga menyampaikan permohonan maaf apabila masih terdapat program yang belum sesuai harapan masyarakat dan hal tersebut, lanjutnya, disebabkan proses penyesuaian dengan kemampuan anggaran, sumber daya, serta regulasi yang berlaku.
“Kami juga menyampaikan permohonan maaf bilamana masih ada hal-hal yang belum sesuai dengan harapan, karena sedang berproses menyesuaikan dengan kemampuan anggaran, sumber daya dan regulasi yang ada,” pungkasnya.
Ramai-Ramai Kritik Pemkot Bogor
Sebelumnya, Pemerintah Kota Bogor ramai disorot publik akibat dinilai lambat dalam merealisasikan programnya, kritik tersebut disampaikan melalui media sosial, baik oleh netizen maupun konten kreator.
Salah satu konten kreator, Syahril Kemal Ramadhan menyoroti slogan “Bogor Beres” yang dinilai belum sepenuhnya tercermin di lapangan dan menilai terdapat jarak antara janji dalam slogan dengan kondisi riil yang masih dikeluhkan warga.
“Masalahnya bukan karena slogannya jelek, justru menurut gue karena slogan itu terlalu berani banget, karena kata beres punya arti yang jelas, selesai dan tertata, tapi sampai hari ini orang masih ngomongin soal jalan rusak, banjir, macet, PKL liar, angkot, longsor yang gak beres-beres,” ujarnya.
Kritik juga datang dari akun media sosial Bogor Issue yang menyerukan aksi kolektif masyarakat untuk membenahi persoalan transportasi dan ketertiban umum.
Melalui seruan yang viral di media sosial, warga diajak melakukan boikot terhadap berbagai pelanggaran fasilitas publik, mulai dari tidak berbelanja di PKL ilegal, menghindari parkir liar, hingga beralih ke transportasi massal.
Akun tersebut mengeklaim gerakan ini muncul sebagai bentuk kekecewaan terhadap lemahnya penegakan aturan di lapangan. Warga berharap langkah kolektif tersebut dapat mendorong perubahan sistemik di Kota Bogor. (uma)
Editor : Eka Rahmawati