Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Museum Pajajaran di Batutulis Bogor Resmi Dibuka pada Momen HJB ke-544, Sajikan 80 Koleksi Sejarah

Fikri Rahmat Utama • Rabu, 3 Juni 2026 | 17:59 WIB
Wali Kota Bogor Dedie A Rachim bersama Yanti Rachim menghadiri soft launching Museum Padjajaran di kawasan Bumi Ageung Batutulis, Kota Bogor, Rabu, 3 Juni 2026. (Sofiansyah/Radar Bogor)
Wali Kota Bogor Dedie A Rachim bersama Yanti Rachim menghadiri soft launching Museum Padjajaran di kawasan Bumi Ageung Batutulis, Kota Bogor, Rabu, 3 Juni 2026. (Sofiansyah/Radar Bogor)

RADAR BOGOR – Pemerintah Kota Bogor melakukan soft launching Museum Pajajaran di kawasan Batutulis, Kecamatan Bogor Selatan, Rabu, 3 Juni 2026. Peresmian ini menjadi kado peringatan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 dengan menampilkan sekitar 80 koleksi sejarah.

Wali Kota Bogor Dedie A Rachim mengatakan museum mulai diaktifkan meski pembangunan belum rampung sepenuhnya. Saat ini progres pembangunan telah mencapai sekitar 80 persen dan sudah layak untuk dibuka secara terbatas.

"Hari ini momentum HJB ke-544 kita jadikan langkah membuka Museum Pajajaran. Kalau menunggu lengkap, nanti tidak termanfaatkan. Sekarang sudah 80 persen dengan berbagai artefak dari berbagai pihak," ujar Dedie, Rabu, 3 Juni 2026.

Ia menjelaskan, pembangunan museum yang diproyeksikan menjadi ikon wisata sejarah tersebut didukung kolaborasi lintas pemerintah. Anggaran berasal dari Kementerian Kebudayaan sebesar Rp13,5 miliar, Pemerintah Provinsi Jawa Barat Rp10,4 miliar, serta APBD Kota Bogor Rp2 miliar.

Dedie juga mengungkap proses panjang penataan kawasan Batutulis, termasuk relokasi sekitar 700 siswa SDN Batutulis 1 dan 2. Selain itu, pembebasan lahan turut melibatkan komunikasi dengan keluarga Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri.

"Semua ini tidak kebetulan. Tidak mungkin memindahkan 700 siswa kalau tidak ada jalan keluar," ucapnya.

Ke depan, Pemkot Bogor mendorong integrasi kawasan Batutulis dengan Istana Batutulis dan koridor sekitarnya. Upaya ini dilakukan untuk memperkuat kawasan sejarah sekaligus mendukung pengembangan pariwisata.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bogor, Firdaus, menyebut museum ini menjadi sarana edukasi dan penelitian sejarah budaya Sunda. Saat ini, sebanyak 80 koleksi telah disiapkan di tiga ruang pamer utama.

"Ruang pertama berisi pusaka, ruang kedua historia, grafiti, dan alat musik seperti gamelan, ruang ketiga berisi storyline sejarah Pajajaran," jelas Firdaus.

Ia menambahkan, koleksi didominasi 33 pusaka dari Kementerian Kebudayaan serta dukungan dari BPNB. Selain itu, Bank BJB memberikan hibah lukisan Prabu Siliwangi untuk melengkapi koleksi.

Ke depan, Disparbud akan menambah koleksi melalui kerja sama dengan Museum Sri Baduga Bandung dan Keraton Sumedang Larang. Rencananya akan dihadirkan replika mahkota Binokasih dan atribut Kerajaan Pajajaran lainnya.

Selain itu, penataan kawasan juga akan dilanjutkan dengan pembangunan pagar pembatas serta amphitheater. Fasilitas tersebut disiapkan untuk mendukung aktivitas pameran dan pertunjukan budaya.

Pasca soft launching, museum akan dibuka secara bertahap dengan jadwal kunjungan terbatas. Langkah ini dilakukan untuk menjaga ketertiban sekaligus menyempurnakan fasilitas.(uma)

Editor : Eka Rahmawati
#bogor #Museum Pajajaran #Batutulis