Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Babakti Tugu Kujang di Bogor Digelar 7 Juni 2026 dalam Rangka HJB ke-544, Diawali dengan Kirab Pusaka Kujang

Eka Rahmawati • Rabu, 3 Juni 2026 | 19:57 WIB
Pusaka Kujang Raja Sanghyang Raksa Buana. (Dok. Panitia Babakti Tugu Kujang)
Pusaka Kujang Raja Sanghyang Raksa Buana. (Dok. Panitia Babakti Tugu Kujang)

RADAR BOGOR - Pada usianya ke-544 tahun Kota Bogor kembali menggelar acara tahunan yang diberi nama Babakti Tugu Kujang. Acara yang diselenggarakan oleh Yayasan Dangiang Sapta Djiwa Siliwangi pimpinan Deni J. Winardhi ini akan digelar  pada Minggu, 7 Juni 2026 di Tugu Kujang Kota Bogor.

Dalam rangkaian acara, akan diawali dengan Kirab Pusaka Kujang yang dijadwalkan menempuh rute sepanjang 700 metermenyelusuri trotoar Kebun Raya Bogor dan berakhir di Tugu Kujang. 

Ketua Panitia Tjetjep Thoriq menyampaikan Kirab Pusaka Kujang diharapkan bisa disaksikan ribuan warga yang sedang beraktivitas di sepanjang trotoar Kebun Raya Bogor.

"Sehingga masyarakat bisa mengenal lebih dekat Pusaka Kujang yang dibuat oleh seorang empu (guruteupa) asli warga Kota Bogor memproduksi kujang selama 21 tahun," ujar Tjetjep Thoriq.

Baca Juga: Museum Pajajaran di Batutulis Bogor Resmi Dibuka pada Momen HJB ke-544, Sajikan 80 Koleksi Sejarah

Tak hanya itu acara semakin sakral ketika selesai Kirab Pusaka Kujang dilanjutkan dengan tradisi Babakti yang diawali dengan lantunan rajah dan dilanjutkan dengan memanjatkan doa, harapan serta nasihat-nasihat dari para sesepuh dengan tata cara kasundaan.

Kirab Pusaka Kujang 

Dari Babakti Tugu Kujang menurut Tjetjep Thoriq diharapkan masyarakat kembali diingatkan bagaimana para leluhur nusantara selalu menggunakan simbol-simbol dalam menyampaikan pesan seperti benda-benda pusaka, bunga tujuh rupa, air suci, dedaunan, nasi tumpeng, kepulan asap dan lainnya.

Hal tersebut dilakukan sebagai sarana memahami, menjaga serta menghormati alam yang telah memberi kehidupan kepada manusia dan mengingatkan untuk selalu menjaga kelestarian alam.

"Babakti juga ditujukan untuk mengagungkan serta memohon kepada Sang Maha Pencipta," imbuhnya.

Sebelum acara berakhir dengan berbagai pentas seni tradisi Sunda, panitia juga akan memberikan penghargaan versi panitia terhadap tokoh-tokoh seni budaya yang oleh panitia dianggap telah berjasa dalam upaya pelestarian nilai-nilai luhur warisan budaya Sunda.

Hal itu dirasa penting agar dapat dijadikan penyemangat bagi para pelestari serta sebagai contoh kepada masyarakat terutama generasi muda untuk ikut berperan aktif dalam pelestarian seni budaya kasundaan di Kota Bogor.

“Kami mendapat dukungan dari Pemkot Bogor dan berharap acara ini dapat berjalan dengan lancar dan mendapat sambutan positif dari masyarakat Kota Bogor” tutup Tjetjep Thoriq.

Editor : Eka Rahmawati
#Babakti Tugu Kujang #bogor #pusaka kujang