Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Hasil Cek Kesehatan Gratis Ungkap Banyak Warga Kota Bogor Kurang Olahraga

Fikri Rahmat Utama • Rabu, 3 Juni 2026 | 22:29 WIB
Ilustrasi: Cek kesehatan gratis di Kota Bogor. (Humas Pemkot Bogor)
Ilustrasi: Cek kesehatan gratis di Kota Bogor. (Humas Pemkot Bogor)

RADAR BOGOR — Dinas Kesehatan Kota Bogor mencatat tingginya risiko penyakit tidak menular dari hasil Pelayanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang menyasar warga berulang tahun. Dari data tersebut, kurang aktivitas fisik menjadi faktor paling dominan dengan capaian 92,28 persen.

Data hasil skrining menunjukkan, sebanyak 158.912 warga teridentifikasi kurang melakukan aktivitas fisik. Kondisi ini menjadi indikator kuat pola hidup masyarakat masih jauh dari kategori sehat.

Selain itu, sejumlah faktor risiko lain juga ditemukan dalam jumlah signifikan. Di antaranya hipertensi sebanyak 41.045 kasus, obesitas sentral 52.697 kasus, serta dislipidemia atau gangguan lemak darah sebanyak 4.305 kasus.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, dr. Erna Nuraena, menjelaskan angka yang ditampilkan merupakan jumlah kasus absolut yang ditemukan selama pelaksanaan skrining. Data tersebut menjadi dasar penting dalam memetakan kondisi kesehatan masyarakat.

Baca Juga: Apresiasi Petugas MBG di Pelosok, Prabowo: Terima Kasih atas Kesetiaan Kalian

“Jumlah (Abs) yang tertera dalam data ini merujuk langsung pada jumlah kasus yang ditemukan dari hasil pemeriksaan warga,” ujar Erna.

Ia menambahkan, capaian program CKG di Kota Bogor pada 2025 mencapai 49,62 persen dari total penduduk sekitar 1 juta jiwa. Sementara hingga Mei 2026, capaian program telah menyentuh 24,58 persen.

Tak hanya pada kelompok dewasa, risiko kesehatan juga ditemukan merata di semua kelompok usia. Hal ini menunjukkan persoalan kurang aktivitas fisik dan pola hidup tidak sehat telah menjadi masalah lintas generasi.

Pada remaja, tercatat kasus anemia sebanyak 981 kasus dan paparan asap rokok sebanyak 766 kasus. Sementara itu, pada kelompok balita ditemukan 1.082 kasus stunting serta 233 kasus bayi dengan berat badan lahir rendah.

Pada kelompok lanjut usia, gangguan mobilitas menjadi temuan paling dominan dengan 7.327 kasus. Selain itu, gangguan kognitif juga tercatat sebanyak 1.809 kasus.

Dinkes Kota Bogor mengingatkan kurangnya aktivitas fisik berpotensi menurunkan tingkat kebugaran masyarakat. Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat meningkatkan risiko obesitas serta penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes.

Dinkes Kota Bogor mengimbau masyarakat untuk mengubah pola hidup dengan menerapkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas). Upaya tersebut meliputi menjaga pola makan, rutin beraktivitas fisik, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Pelaksanaan CKG di Kota Bogor merupakan program pemeriksaan kesehatan gratis yang diberikan kepada warga saat berulang tahun. Layanan ini dapat diakses di fasilitas kesehatan dan menjadi bagian dari upaya deteksi dini kondisi kesehatan masyarakat.

Program tersebut kini terus dikembangkan menjadi CKG SMART, yakni sistem pemeriksaan yang bersifat Sasaran, Mobile, Adaptif, Responsif, dan Terintegrasi. Melalui pendekatan ini, skrining kesehatan tidak lagi bersifat kegiatan sesaat, melainkan menjadi sistem deteksi dini yang berkelanjutan.

Pencanangan CKG SMART dilakukan oleh Wali Kota Bogor Dedie A Rachim dalam rapat koordinasi Satgas Pemeriksaan Kesehatan Gratis bulan lalu. Ia menyebut program tersebut dapat menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan kesehatan berbasis data.

“CKG SMART ini bisa terintegrasi dengan digital. Bisa dijadikan sebagai bahan atau dasar kebijakan Pemerintah Kota Bogor di bidang kesehatan,” ujar Dedie.

Ia menambahkan, semakin banyak masyarakat yang mengikuti pemeriksaan, maka data yang dihimpun akan semakin lengkap. Hal tersebut akan memudahkan pemerintah dalam menentukan intervensi kebijakan yang tepat sasaran.

Pemkot Bogor juga akan memperluas layanan jemput bola ke berbagai lokasi seperti sekolah, rumah, posyandu, hingga tempat ibadah. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pemeriksaan kesehatan.

“Sistem CKG SMART juga akan terhubung dengan data berbasis NIK secara aman dan tetap menjaga kerahasiaan rekam medis,” ujarnya.(uma)

Editor : Eka Rahmawati
#cek kesehatan gratis #bogor