RADAR BOGOR – Dalam rangka Hari Raya Idul Adha 1447 H, PLN UPT Bogor resmi memulai implementasi program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertajuk “Fresh Vibe, Future Proof: A PLN Sustainable Movement” yang digelar di Kelurahan Kedungbadak, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi penanda dimulainya pembangunan Green Laundry Hub Nyonya Sustainability Laundry, sebuah inisiatif pemberdayaan ekonomi berbasis lingkungan dari PLN yang difokuskan untuk membuka akses usaha digital bagi ibu rumah tangga serta penyandang disabilitas.
Program PLN ini dirancang tidak sekadar sebagai usaha laundry, melainkan sebagai pusat ekonomi produktif yang menggabungkan aspek keberlanjutan lingkungan, inklusivitas sosial, dan penguatan kapasitas kewirausahaan masyarakat.
Dalam operasionalnya, Green Laundry Hub akan menerapkan konsep usaha hijau dengan penggunaan mesin hemat air, sistem pengolahan dan daur ulang air, serta pemakaian deterjen dan pewangi yang lebih ramah lingkungan.
Langkah ini diharapkan dapat menekan dampak ekologis sekaligus menciptakan model usaha berkelanjutan.
Manager PLN UPT Bogor, Dewi Setyaharini, menegaskan bahwa program ini merupakan wujud nyata komitmen PLN dalam menghadirkan pemberdayaan masyarakat yang berorientasi jangka panjang.
"Melalui inisiatif tersebut, PLN ingin menghadirkan ruang usaha yang tidak hanya meningkatkan kesejahteraan ekonomi, tetapi juga memberikan kesempatan yang lebih luas bagi kelompok rentan untuk terlibat secara aktif dalam kegiatan produktif berbasis teknologi dan kewirausahaan," tuturnya.
Menurut Dewi, semangat “Fresh Vibe, Future Proof” mencerminkan transformasi pendekatan TJSL PLN yang kini tidak hanya berfokus pada bantuan sosial, tetapi lebih pada penciptaan dampak berkelanjutan melalui penguatan ekonomi masyarakat lokal dan ekosistem usaha hijau.
Dari sisi sosial, Ketua Umum Komnas Disabilitas RI, Dr. Dante Rigmalia, memberikan apresiasi atas langkah PLN yang dinilai mampu menghadirkan ruang inklusif bagi penyandang disabilitas dalam kegiatan ekonomi.
"Kolaborasi seperti ini menjadi bukti bahwa pembangunan berkelanjutan harus melibatkan semua kelompok masyarakat tanpa terkecuali, termasuk penyandang disabilitas, agar tercipta kesempatan yang setara," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Darihati Indonesia, Yudi Hardiana, juga menekankan pentingnya sinergi antara perusahaan, komunitas, dan masyarakat dalam membangun perubahan sosial yang berkelanjutan dan berdampak luas.
Melalui peluncuran program ini, PLN UPT Bogor berharap Green Laundry Hub dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat yang mengintegrasikan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan secara terpadu.
Program ini juga diharapkan mampu memperkuat ekonomi lokal sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), serta menciptakan masa depan yang lebih hijau, inklusif, dan berdaya saing bagi masyarakat. (***)
Editor : Yosep Awaludin