RADAR BOGOR - Perbaikan tebingan Batutulis Kota Bogor yang retak jadi kebutuhan mendesak. Sebab, akses ini akan rutin dilintasi warga saat trase Jalan Saleh Danasasmita rampung dikerjakan.
Penanganan tebingan Batutulis sendiri merupakan kewenangan Balai Teknik Perkeretaapian (BTP). Pemkot Bogor sudah berulang kali menyurati mereka untuk segera melakukan penanganan.
Kepala Dinas PUPR Kota Bogor, Juniarti Estiningsih mengungkapkan kabar terbaru soal penanganan tebingan Batutulis yang retak itu.
BTP saat ini sedang melakukan penghitungan biaya perbaikan. Pemkot Bogor disebut Esti menyerahkan sepenuhnya proses tersebut kepada mereka.
“Itukan murni kewenangan mereka (BTP). Mereka si sudah setuju untuk melakukan perbaikan, alhamdulillah saat ini sedang penghitungan anggaran,” terang Esti pada Radar Bogor.
Meski begitu Pemkot tidak lepas tangan. Mereka memberikan garansi akan terus mengawal proses tersebut hingga pada tahap pelaksanaan teknis.
“Pa Wali sudah bersurat langsung ke Pa Dirjen untuk mengantisipasi kondisi underpas agar dilakukan treatment, dan kami pun intens komunikasi dengan BTP,” terang Esti, Kamis 4 Juni 2026.
Esti mengatakan KAI bahkan akan turun langsung untuk memperbaiki tebingan tersebut. Hanya, proses perencanaan dan penghitungan biaya masih ada di BTP.
“Mudah-mudahan tidak terlalu lama, karena mereka itu janjinya Mei, molor lagi Juni. Dan sekarang katanya yang mau mengerjakan itu KAI tapi perencanaannya di BTP,” ujar Esti.
Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin mendesak agar perbaikan tebingan Batutulis simultan dengan pengerjaan trase baru Jalan Saleh Danasasmita di Lawanggintung.
“Minimal simultan kami berjalan pembangunan trase, mereka perbaikan tembok yang hari ini memang cukup mengkhawatirkan,” jelas Jenal.
Jenal menerangkan tebingan Batutulis banyak ditemukan rembesan. Hal itu disebabkan tidak ditemukannya saluran drainase untuk air mengalir.
Kondisi tersebut dinilai akan membahayakan pengguna jalan. Apalagi trase baru Jalan Saleh Danasasmita sendiri akan melintasi akses tersebut.
“Kami tidak mau, setelah trase kita bangun selesai, ada masalah timbul baru. Ini tidak akan pernah selesai. Kita sama sama lihat di sana itu banyak titik rembesan,” ujarnya.
Pemkot Bogor disebut Jenal sudah mengundang secara resmi PT KAI untuk membahas persoalan ini. Undangan tersebut bahkan di tanda tangani oleh Wali Kota Bogor, Dedie Rachim.
“Mudah-mudahan Pak Dirjen dari PT KAI mendengar dan turun langsung juga ke Balai Kota seperti waktu kemarin turun ke Stasiun Batu Tulis,” pungkasnya. (bay)
Editor : Yosep Awaludin