RADAR BOGOR - Lintasan kereta di Jalan Sholeh Iskandar Kota Bogor akhirnya mendapat perhatian. Pemkot Bogor akan memasang pagar pembatas di lokasi tersebut.
Kepala Dinas PUPR Kota Bogor Juniarti Estiningsih mengatakan pemasangan pagar di lintasan kereta Jalan Sholeh Iskandar akan dilakukan Juni 2026. Namun ia belum membocorkan waktu pastinya.
“Secapatnya, mudah-mudahan bulan ini, kan mesti pakai anggaran menutupnya. Kami pakai pagar BRC,” kata Esti pada Radar Bogor.
Awalnya penutupan lintasan kereta di Jalan Sholeh Iskandar menggunakan tembok. Namun ada beberapa pertimbangan yang membuat pemerintah urung niat.
“Satu, nanti pasti akan ada coret-coret, terus juga perawatannya agak repot kalau pakai tembok,” ucap Esti saat dikonfirmasi lebih lanjut, Kamis 4 Juni 2026.
Penutupan lintasan kereta di Jalan Sholeh Iskandar ini sudah dikoordinasikan dengan PPK52. Mereka disebut Esti sudah sepakat terkait rencana tersebut.
Baca Juga: Jadi Kebutuhan Mendesak, BTP Mulai Hitung Biaya Perbaikan Tebingan Batutulis Kota Bogor
“Kami juga sudah koordinasikan dengan PPK52 bahwa kita akan menutup areal itu. Kita rencananya ada tiga titik, cuma prioritas di Sholis dulu,” ujar Esti.
Pemasangan pagar pembatas bagian dari upaya untuk mencegah resiko kecelakaan. Sebab lintasan kereta di Jalan Sholeh Iskandar acap kali menelan korban jiwa.
Teranyar insiden itu terjadi pada akhir bulan Mei lalu. Seorang pria yang belum diketahui identitasnya tewas pasca ditabrak kereta di jalur Jakarta Bogor.
Korban kemudian dibawa ke RSUD Kota Bogor untuk dilakukan pemeriksaan. Warga sekitar mengatakan, insiden itu bukan kali pertama terjadi.
“Karena disini sudah banyak kejadian juga kan, banyak makan korban. Jadi saran saya ditutup rapih jangan ada cela,” ujar Arvan, Warga sekitar.
Fasilitas penutup yang disarankan berupa pagar pembatas. Tujuannya agar warga tidak ada lagi yang nekat nerobos di lintasan kereta Jalan Sholeh Iskandar.
“Bagusnya tembok kaya rumah gitu, dari situkan orang tidak bisa manjat, atau paling mudah pakai pagar,” kata Arvan beberapa waktu lalu. (bay)
Editor : Yosep Awaludin