RADAR BOGOR – Akses Jalan Saleh Danasasmita, Kelurahan Batutulis, Kecamatan Bogor Selatan, kembali ditutup pada Kamis 4 Juni 2026 sore. Penutupan dilakukan karena kondisi jalan masih rawan dilalui menyusul adanya titik longsor yang belum sepenuhnya ditangani.
Kepala Dinas PUPR Kota Bogor, Juniarti Estiningsih menjelaskan saat ini proyek pembangunan trase dan penataan jalan lama sudah memasuki tahap konstruksi awal. Pekerjaan dilakukan secara bertahap sekaligus berbarengan untuk mengejar target penyelesaian.
Ia mengatakan, penutupan dilakukan lantaran akses tersebut sebelumnya sempat dibuka secara sepihak oleh warga. Padahal, kondisi di lapangan dinilai belum aman untuk dilalui kendaraan.
Baca Juga: Motor Kurir Pengantar Koran Raib Diduga Digasak Pelaku Curanmor saat Sholat Subuh di Ciampea Bogor
“Segmen ini sebenarnya belum aman dilalui karena titik longsornya belum diperbaiki oleh Balai Teknik Perkeretaapian. Kami mohon maaf kepada masyarakat, untuk sementara diminta memutar terlebih dahulu,” ujarnya.
Menurut Juniarti, penutupan jalan akan berlangsung hingga proses konstruksi rampung. Target pekerjaan ditetapkan selesai pada Oktober 2026 sesuai kontrak yang berjalan.
Ia menambahkan, proyek penataan di kawasan tersebut mencakup tiga item utama. Di antaranya pembangunan konstruksi jalan, penataan area bawah atau underpass, serta pembangunan taman yang terintegrasi.
“Nanti kawasan ini akan dilengkapi pedestrian, trotoar, taman, dan tempat duduk agar lebih tertata, target kontraknya sekitar tanggal 20 atau 21 Oktober,” jelasnya.
Sementara itu, penanggung jawab pelaksana dari PT Promix Prima Karya, Aryono, menyebut saat ini pekerjaan difokuskan pada penggalian untuk pembangunan dinding penahan tanah (DPT) dan sistem drainase. Pengerjaan dilakukan secara paralel di beberapa titik.
Ia mengatakan, waktu pengerjaan yang hanya sekitar lima bulan membuat seluruh tim harus bekerja bersamaan. Hal ini dilakukan agar seluruh tahapan proyek dapat selesai tepat waktu.
“Tidak bisa menunggu satu sisi selesai dulu, semua dikerjakan bersamaan. Nanti setelah area ini dibuka, kami juga akan pasang pagar pengaman proyek,” ucapnya.
Di sisi lain, Dinas PUPR Kota Bogor juga terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat terkait penanganan titik longsor di area underpass. Koordinasi dilakukan dengan Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian.
Pihaknya berharap area tersebut mendapatkan penanganan teknis yang tepat agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari. Terlebih, pemerintah daerah sudah melakukan pembangunan jalan di sisi kawasan tersebut.
“Jangan sampai di sisi sananya justru bermasalah. Kami sudah bersurat dan berkomunikasi dengan Balai Teknik Perkeretaapian Jawa Barat, mudah-mudahan segera ditindaklanjuti,” tambah Kadis PUPR. (uma)
Editor : Eka Rahmawati