Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Menolak Lupa Kasus Pembunuhan Noven, PMKRI Bogor Minta Aparat Usut Tuntas

Muhamad Rifki Fauzan • Jumat, 5 Juni 2026 | 09:40 WIB
PMKRI saat menggelar aksi demonstrasi. Salah satu tuntutannya soal kasus kematian Noven. (Foto : PMKRI for Radar Bogor)
PMKRI saat menggelar aksi demonstrasi. Salah satu tuntutannya soal kasus kematian Noven. (Foto : PMKRI for Radar Bogor)

RADAR BOGOR - Dugaan kasus pembunuhan Noven di Jalan Riau, Baranangsiang, Kota Bogor kembali mencuat. Aparat penegak hukum diminta mengusut tuntas kasus tersebut.

Kasus Noven itu menjadi salah satu tuntutan dalam aksi Demonstrasi yang diinisiasi oleh Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Bogor.

Aksi tersebut dipandang menjadi bentuk kemarahan terbuka atas mandeknya penanganan kasus pembunuhan Noven yang terjadi tujuh tahun silam.

Ketua Presidium PMKRI Cabang Bogor, Frigy, menyebut bahwa lambannya penanganan kasus Noven merupakan bentuk nyata ketidakadilan yang dibiarkan berlarut-larut.

“Ini bukan hanya soal lambat, tapi soal ada atau tidaknya keseriusan. Jika negara tidak mampu menghadirkan keadilan, maka kepercayaan publik akan runtuh,” tegasnya.

PMKRI juga menyoroti ketimpangan dalam penanganan kasus kriminal di Kota Bogor.

Baca Juga: Timnas Indonesia vs Oman di FIFA Matchday 2026 : Jadwal, Skuad Garuda, dan Dampak Ranking FIFA

Mereka membandingkan dengan kasus lain di kawasan Jalan Soleh Iskandar yang dapat segera diungkap, meskipun barang bukti yang tersedia dinilai tidak terlalu kuat.

“Ketika kasus lain bisa cepat selesai, publik berhak curiga, ada apa dengan kasus Noven?,” terang Figy.

Dalam tuntutannya, PMKRI juga mendesak aparat agar transparan terhadap ptoses penyelidikan yang dilakukan. Termasuk hambatan yang dihadapi.

Selain itu, mereka juga menuntut klarifikasi atas isu keterlibatan pihak asing seperti FBI yang sempat beredar di publik, serta meminta kejelasan langkah konkret yang akan diambil untuk mengungkap pelaku.

Koordinator Lapangan aksi, Afren, menegaskan bahwa aksi ini bukan sekadar simbolik, melainkan peringatan keras bagi aparat penegak hukum.

“Jika dalam waktu dekat tidak ada perkembangan signifikan, kami akan membawa kasus ini ke Komisi III DPR RI agar ada pengawasan langsung terhadap kinerja aparat,” pungkasnya. (bay)

Editor : Yosep Awaludin
#kota bogor #Baranangsiang #noven #pembunuhan