Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Jalan Batutulis Kembali Dikelupas, Ini 5 Alasan Pemkot Bogor Tak Bisa Menunda Proyek Trase Baru

Muhamad Rifki Fauzan • Jumat, 5 Juni 2026 | 16:02 WIB
Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin saat memberikan keterangan soal proyek di Jalan Batutulis. Foto: Fauzan/Radar Bogor
Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin saat memberikan keterangan soal proyek di Jalan Batutulis. Foto: Fauzan/Radar Bogor

RADAR BOGOR – Pengelupasan aspal di ruas Ex Jalan Batutulis yang sempat memicu keluhan warga akhirnya mendapat penjelasan dari Pemerintah Kota Bogor.

Warga Bogor sebelumnya meminta agar pekerjaan di Jalan Batutulis tersebut ditunda hingga pembangunan trase baru Jalan Saleh Danasasmita selesai.

Namun, Pemkot Bogor menegaskan proyek di Jalan Batutulis tersebut tidak bisa kembali ditangguhkan karena merupakan bagian dari satu kesatuan pekerjaan yang telah berjalan.

Baca Juga: 500 Bibit Pohon Terkumpul! DLH Kabupaten Bogor Apresiasi Aksi Hijau PPLI di Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026

Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, menjelaskan bahwa berdasarkan kajian Kementerian Pekerjaan Umum melalui Badan Geoteknologi, kawasan Ex Jalan Batutulis memiliki tingkat resapan air yang sangat tinggi sehingga tidak lagi layak digunakan sebagai jalur kendaraan.

“Dari hasil kajian, kondisi tanah di lokasi tersebut memang memiliki tingkat kerawanan tinggi. Secara teknis sebenarnya sudah tidak direkomendasikan untuk dilintasi kendaraan,” ujar Jenal, Jumat, 5 Juni 2026.

Meski demikian, pemerintah sempat mengaktifkan kembali akses tersebut sebagai solusi sementara guna menjaga mobilitas warga pascalongsor yang terjadi beberapa waktu lalu.

Baca Juga: 6 Rekomendasi Tempat Belanja Seafood Terlengkap dengan Harga Terjangkau di Bogor, Cek Selengkapnya

Saat itu, PT KAI turut membantu dengan membangun jalur darurat yang dapat digunakan kendaraan roda dua.

Namun, kondisi jalan kembali mengalami keretakan meski telah beberapa kali diperbaiki oleh Dinas PUPR Kota Bogor.

“Sudah dua kali retak. Saat Iduladha saya bersama Pak Wali Kota turun langsung ke lokasi. Banyak warga meminta jalan dibuka, tetapi kondisinya memang membahayakan,” kata Jenal.

Baca Juga: Pengusaha Tempe Bogor Menjerit! Harga Kedelai dan Plastik Melonjak, Minta Pemerintah Segera Bertindak

Menurutnya, saat ini kewenangan pengelolaan kawasan Ex Jalan Batutulis sudah tidak berada di tangan Pemkot Bogor.

Area tersebut telah menjadi bagian dari proyek pembangunan trase baru Jalan Saleh Danasasmita yang dikerjakan oleh pihak pemenang tender.

Jenal mengungkapkan bahwa kontraktor sebenarnya berencana melakukan pengelupasan aspal sejak sepekan lalu. Namun, Pemkot Bogor sempat meminta penundaan sementara demi memberikan akses tambahan bagi masyarakat.

Baca Juga: Terungkap, Inilah 5 Wisata Air Terjun Tersembunyi di Lampung dengan Keunikan Fisik yang Menakjubkan

“Kami sudah meminta toleransi satu minggu. Namun kontraktor juga memiliki target pekerjaan yang harus dipenuhi karena proyek ini ditargetkan selesai pada Oktober 2026,” jelasnya.

Jika pekerjaan kembali ditunda, pihak pelaksana proyek berisiko terkena sanksi dan denda keterlambatan. Karena itu, pengelupasan jalan akhirnya tetap dilakukan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Meski proyek trase baru merupakan program Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Jenal memastikan Pemkot Bogor tetap melakukan pengawasan secara intensif agar seluruh tahapan pembangunan berjalan sesuai rencana.

Baca Juga: Pemerintah Terapkan PPh Final Royalti 1,5 Persen, Dorong Ekosistem Penulis dan Industri Literasi Indonesia

“Pengawasan tetap dilakukan di lapangan. Kami ingin memastikan seluruh pekerjaan berjalan sesuai jadwal sehingga target penyelesaian pada Oktober nanti bisa tercapai,” ujarnya.

Untuk mengurangi dampak terhadap mobilitas warga, Pemkot Bogor juga telah melakukan sejumlah langkah, mulai dari perbaikan Jalan Sekip hingga Rangga Mekar, hingga mengupayakan hibah lahan untuk pelebaran akses di kawasan BNR.

Jenal menegaskan, lamanya proses pembangunan trase baru bukan semata karena pekerjaan fisik, tetapi juga dipengaruhi proses pembebasan lahan yang harus dilakukan secara hati-hati dan sesuai prosedur hukum.

Baca Juga: Pesta Bebas Berselancar 2026 Rilis Jadwal Lengkap, Hindia hingga Perunggu Siap Tampil di Bogor

“Mudah-mudahan pertengahan atau akhir Oktober trase baru sudah bisa digunakan masyarakat sehingga akses kembali normal,” pungkasnya.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
#trase #bogor #proyek #Jalan Batutulis