RADAR BOGOR – Ratusan pusaka tradisional dari berbagai daerah di Indonesia memikat perhatian pengunjung dalam pameran bertajuk Pesona Pusaka Nusantara yang digelar di lantai 2 Pasar Gembrong Sukasari, Kota Bogor, Jumat, 5 Juni 2026.
Kegiatan Pesona Pusaka Nusantara di Pasar Gembrong Sukasari Bogor yang diinisiasi Komunitas Golok Pedang Sepuh Nusantara (GPSN) ini menjadi ajang pelestarian sekaligus pengenalan warisan budaya Nusantara kepada masyarakat.
Di area pameran Pesona Pusaka Nusantara di Pasar Gembrong Sukasari Bogor, berbagai koleksi golok, pedang, hingga keris tersusun rapi di atas meja berlapis kain hitam.
Baca Juga: Kini Tinggal 60 Kg, Perajin Tempe Bogor Terpukul Kenaikan Harga Kedelai Impor Dampak Rupiah Melemah
Setiap bilah pusaka dipajang lengkap dengan warangka kayu khas yang menunjukkan identitas budaya dari daerah asalnya.
Pameran tersebut menghadirkan koleksi dari delapan provinsi di Indonesia, mulai dari Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, hingga Jawa Tengah. Sejumlah koleksi bahkan tercatat telah berusia ratusan tahun dan masih terjaga keasliannya.
Tak hanya golok, pengunjung juga dapat menyaksikan aneka keris dan pedang kuno yang memiliki nilai sejarah serta filosofi tinggi.
Berbagai stan cinderamata dan aksesoris budaya turut meramaikan acara, menambah daya tarik bagi pecinta sejarah dan budaya tradisional.
Dewan Pembina GPSN, Gatut Susanta, mengungkapkan bahwa komunitasnya telah aktif melestarikan pusaka Nusantara selama lebih dari satu dekade.
Awalnya kegiatan dilakukan secara sederhana dengan mengunjungi rumah para kolektor, namun kini berkembang menjadi pameran terbuka yang dapat dinikmati masyarakat luas.
“Kurang lebih sudah 10 hingga 15 tahun kami bergerak. Sekarang kami mengemasnya dalam bentuk pameran agar masyarakat bisa lebih mengenal kekayaan budaya yang dimiliki bangsa ini,” ujarnya.
Menurut Gatut, pameran rutin menjadi salah satu cara efektif memperkenalkan nilai sejarah pusaka kepada generasi muda di tengah perkembangan era digital.
“Kami ingin masyarakat datang langsung, melihat, dan memahami makna budaya yang terkandung dalam setiap pusaka,” katanya.
GPSN juga terus memperluas jejaring hingga ke tingkat internasional sebagai bagian dari upaya mengenalkan golok sebagai identitas budaya Indonesia. Salah satu target yang tengah diperjuangkan adalah mendorong golok mendapatkan pengakuan sebagai warisan budaya dunia.
“Harapannya golok tidak hanya dikenal di Indonesia, tetapi juga mendapat apresiasi dan pengakuan di tingkat internasional,” tambahnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Bogor, Denny Mulyadi, memberikan apresiasi atas terselenggaranya pameran tersebut.
Menurutnya, kegiatan semacam ini memiliki peran penting dalam menjaga sekaligus mengangkat nilai sejarah dan filosofi yang terkandung dalam pusaka Nusantara.
“Ini bukan sekadar pameran benda bersejarah, tetapi juga upaya melestarikan identitas budaya bangsa dan memperkuat kolaborasi berbagai pihak dalam menjaga warisan leluhur,” ujarnya.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga