RADAR BOGOR – Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia menyatakan dukungan terhadap rencana pengusulan golok sebagai Warisan Budaya Dunia ke UNESCO, saat menghadiri Pameran Pesona Pusaka Nusantara di Pasar Sukasari, Kota Bogor, Jumat, 5 Juni 2026.
Pengusulan golok jadi warisan budaya dunia UNESCO saat di Bogor ini, menjadi bagian dari upaya memperkuat pelestarian dan pengakuan budaya Nusantara di tingkat global.
Sekretaris Direktorat Jenderal Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama Kebudayaan Kemenbud, Undri, menjelaskan saat mengunjungi Pameran Pesona Pusaka Nusantara di Pasar Sukasari, Kota Bogor, bahwa proses pengajuan warisan budaya ke UNESCO tidak dapat dilakukan secara instan.
Baca Juga: 1 Hari Sampah Kiriman Menumpuk di Bojonggede, Pemkab Bogor Turun Tangan Bersihkan Kali
Usulan harus berangkat dari komunitas dan masyarakat, sebelum kemudian difasilitasi oleh pemerintah hingga ke tingkat internasional.
“Awalnya dari komunitas dan masyarakat, lalu diajukan ke pemerintah. Setelah itu pemerintah yang memfasilitasi proses pengusulan ke UNESCO,” ujarnya.
Ia menambahkan, warisan budaya yang diusulkan terbagi dalam dua kategori, yakni benda dan takbenda. Golok dinilai memiliki potensi untuk masuk dalam salah satu kategori tersebut sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia.
Baca Juga: Bukan Cuma BLT Dana Desa Rp300 Ribu Per Bulan, Bansos Tunai Ini Juga Terpantau Cair Awal Juni 2026
Hingga saat ini, Indonesia telah mencatat sejumlah warisan budaya yang diakui UNESCO, di antaranya Candi Borobudur, Candi Prambanan, Situs Sangiran, Sumbu Filosofi Yogyakarta, dan Tambang Batubara Ombilin Sawahlunto.
Sementara itu, untuk warisan budaya takbenda, Indonesia juga telah mengantongi pengakuan atas angklung, songket, jamu, dan berbagai tradisi lainnya.
“Golok ini salah satu yang sedang kita dorong untuk diusulkan,” tegasnya.
Sementara itu, Dewan Pembina Komunitas Golok Pedang Sepuh Nusantara (GPSN), Gatut Susanta, menyebut pihaknya aktif memperluas jejaring hingga ke luar negeri sebagai bagian dari upaya memperkenalkan golok sebagai warisan budaya Indonesia.
Baca Juga: Selamat Bansos BLT Dana Desa Dikabarkan Cair Awal Juni 2026, Begini Cara KPM Ambil Uang Bantuan
Ia berharap golok tidak hanya dikenal secara nasional, tetapi juga memperoleh pengakuan di tingkat dunia.
Upaya menuju pengakuan UNESCO, menurutnya, tidak hanya bergantung pada jumlah koleksi, tetapi juga kekuatan filosofi, literasi budaya, serta kesinambungan komunitas pelestari.
Saat ini, komunitas telah melakukan berbagai persiapan mulai dari presentasi ke kementerian hingga pendataan pelestari dan regenerasi para penempa.
Baca Juga: Tampil Percaya Diri, Anak Difabel Curi Perhatian di Pameran Golok Pusaka Pasar Sukasari Kota Bogor
“Regenerasi sudah berjalan hingga generasi ke-7 sampai ke-9, ini penting untuk keberlanjutan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa hingga kini baru satu pusaka Indonesia yang telah diakui UNESCO, yakni keris. Karena itu, golok diharapkan menjadi warisan budaya berikutnya yang menyusul pengakuan tersebut.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga