RADAR BOGOR – Ikatan Guru Anak Istimewa (Kagume) Kota Bogor menggelar Seminar Pendidikan Inklusi bertajuk “Merangkul Perbedaan, Menguatkan Kebersamaan” di Ruang Paseban Sri Baduga, Balai Kota Bogor, Sabtu, 6 Juni 2026.
Seminar pendidikan inklusi dari Kagume yang menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam mendampingi anak berkebutuhan khusus (ABK) di lingkungan sekolah.
Wakil Ketua Kagume Kota Bogor, Handi Sopian, menjelaskan seminar pendidikan inklusi tersebut diikuti sekitar 165 guru dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SD dan SMP negeri hingga sekolah swasta.
Peserta juga terdiri dari guru pendamping khusus serta kepala sekolah yang terlibat dalam penyelenggaraan pendidikan inklusi.
Menurut Handi, kegiatan ini digelar untuk memperkuat pemahaman para pendidik dalam menerima dan mendampingi anak berkebutuhan khusus di ruang kelas. Ia menilai jumlah ABK yang terus meningkat setiap tahun menuntut adanya kolaborasi yang lebih erat antara guru, orang tua, dan berbagai pemangku kepentingan.
"Kami ingin para guru memiliki pemahaman yang lebih baik dalam menangani keberagaman karakter dan kebutuhan siswa di kelas, sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung secara optimal bagi semua anak," ujarnya.
Dalam seminar tersebut, peserta memperoleh dua materi utama. Materi pertama disampaikan oleh Iin Indriyani yang membahas konsep pendidikan inklusi serta strategi menghadapi keberagaman peserta didik.
Sementara itu, Deritiya Rahayu membawakan materi mengenai pentingnya kesiapan mental, kesabaran, dan ketulusan guru dalam mendampingi anak-anak berkebutuhan khusus.
Antusiasme peserta terlihat tinggi. Meski panitia menyediakan kuota 180 orang, jumlah peserta yang dapat diterima dibatasi menjadi 165 orang menyesuaikan kapasitas ruangan yang tersedia.
Baca Juga: 7 Kuliner Enak di Sekitar GBK Jakarta yang Masih Buka Sampai Malam, Nomor 3 Selalu Ramai!
Handi berharap seminar serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjadi agenda rutin tahunan. Sejalan dengan semangat Kagume, yakni “Semangat Berkiprah, Berdampak”, organisasi tersebut ingin terus memberikan kontribusi nyata bagi dunia pendidikan di Kota Bogor.
Selama hampir tiga tahun berdiri, Kagume aktif menggelar berbagai kegiatan peningkatan kapasitas guru.
Ke depan, organisasi ini berencana memperluas pendampingan kepada sekolah-sekolah inklusi, termasuk dalam penyusunan Program Pembelajaran Individual (PPI), penguatan kompetensi guru, serta teknik penanganan anak berkebutuhan khusus.
Sementara itu, Anggota DPRD Kota Bogor, Endah Purwanti, menegaskan pentingnya dukungan regulasi terhadap pengembangan pendidikan inklusi.
Dia menyebut DPRD telah merampungkan Peraturan Daerah (Perda) Disabilitas dan tengah menyiapkan revisi Perda Penyelenggaraan Pendidikan agar lebih responsif terhadap kebutuhan peserta didik berkebutuhan khusus.
Menurut Endah, perhatian terhadap guru pendamping tidak hanya berkaitan dengan insentif, tetapi juga pengakuan dan dukungan nyata dari pemerintah. Ia juga menilai Perda Perlindungan Guru penting sebagai landasan hukum dalam menjalankan tugas pendidikan.
"Yang perlu terus diperkuat adalah kemampuan guru melihat potensi yang dimiliki setiap anak, bukan hanya keterbatasannya. Banyak tokoh besar dunia lahir dari berbagai keterbatasan, namun mampu berkembang berkat pendampingan guru yang tepat," ungkapnya.
Kagume berharap Pemerintah Kota Bogor dapat memberikan dukungan lebih besar kepada sekolah negeri yang belum memiliki guru pendamping khusus. Langkah tersebut dinilai penting agar layanan pendidikan inklusi dapat dinikmati secara merata oleh seluruh anak di Kota Bogor.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga